WELCOME TO MY BLOG

Lakukanlah segala apa pun dengan rasa tulus ikhlas dan kejujuran

About Me

Yunizar Suwandhana
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Seorang yang lahir dari pasangan Andi Suwanda, S.Pd dan Yati Suryati ini dilahirkan di Cimahi, 1 Juni 1992 . Saya sedang mencoba mencari jati diri dan memulai membangun sebuah istana kedewasaan hati mulia yang membangun kecerahan kedepannya . "MAN JADDA WAA JADA"
Lihat profil lengkapku

Statisitk

Search Engine

Gombalers

Mama kamu ngidam hansaplast ya? soalnya kamu telah menutup luka dihatiku hahahaha
RSS

Sistem pencernaan makanan pada manusia

Sistem pencernaan makanan pada manusia terdiri dari beberapa organ, berturut-turut dimulai dari
Rongga Mulut - Esofagus - Lambung - Usus Halus - Usus Besar - Rektum dan Anus.

1. Rongga Mulut

Mulut merupakan saluran pertama yang dilalui makanan. Pada rongga mulut, dilengkapi alat pencernaan dan kelenjar pencernaan untuk membantu pencernaan makanan. Pada Mulut terdapat :
a.Gigi
Memiliki fungsi memotong, mengoyak dan menggiling makanan menjadi partikel yang kecil-kecil. Perhatikan gambar disamping.
b..Lidah
Memiliki peran mengatur letak makanan di dalam mulut serta mengecap rasa makanan.
c..Kelenjar Ludah
Ada 3 kelenjar ludah pada rongga mulut. Ketiga kelenjar ludah tersebut menghasilkan ludah setiap harinya sekitar 1 sampai 2,5 liter ludah. Kandungan ludah pada manusia adalah : air, mucus, enzim amilase, zat antibakteri, dll. Fungsi ludah adalah melumasi rongga mulut serta mencerna karbohidrat menjadi disakarida.

2. Esofagus (Kerongkongan)

Merupakan saluran yang menghubungkan antara rongga mulut dengan lambung. Pada ujung saluran esophagus setelah mulut terdapat daerah yang disebut faring. Pada faring terdapat klep, yaitu epiglotis yang mengatur makanan agar tidak masuk ke trakea (tenggorokan). Fungsi esophagus adalah menyalurkan makanan ke lambung. Agar makanan dapat berjalan sepanjang esophagus, terdapat gerakan peristaltik sehingga makanan dapat berjalan menuju lambung

3. Lambung

Lambung adalah kelanjutan dari esophagus, berbentuk seperti kantung. Lambung dapat menampung makanan 1 liter hingga mencapai 2 liter. Dinding lambung disusun oleh otot-otot polos yang berfungsi menggerus makanan secara mekanik melalui kontraksi otot-otot tersebut. Ada 3 jenis otot polos yang menyusun lambung, yaitu otot memanjang, otot melingkar, dan otot menyerong.
Selain pencernaan mekanik, pada lambung terjadi pencernaan kimiawi dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan lambung. Senyawa kimiawi yang dihasilkan lambung adalah :

Asam HCl ,Mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Sebagai disinfektan, serta merangsang pengeluaran hormon sekretin dan kolesistokinin pada usus halus
Lipase , Memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Namun lipase yang dihasilkan sangat sedikit
Renin , Mengendapkan protein pada susu (kasein) dari air susu (ASI). Hanya dimiliki oleh bayi.
Mukus , Melindungi dinding lambung dari kerusakan akibat asam HCl.
Hasil penggerusan makanan di lambung secara mekanik dan kimiawi akan menjadikan makanan menjadi bubur yang disebut bubur kim.

Fungsi HCI Lambung :
1. Merangsang keluamya sekretin
2. Mengaktifkan Pepsinogen menjadi Pepsin untuk memecah protein.
3. Desinfektan
4. Merangsang keluarnya hormon Kolesistokinin yang berfungsi merangsang empdu mengeluarkan getahnya.

4. Usus Halus

Usus halus merupakan kelanjutan dari lambung. Usus halus memiliki panjang sekitar 6-8 meter. Usus halus terbagi menjadi 3 bagian yaitu duodenum (± 25 cm), jejunum (± 2,5 m), serta ileum (± 3,6 m). Pada usus halus hanya terjadi pencernaan secara kimiawi saja, dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan oleh usus halus serta senyawa kimia dari kelenjar pankreas yang dilepaskan ke usus halus.
Senyawa yang dihasilkan oleh usus halus adalah :

Disakaridase Menguraikan disakarida menjadi monosakarida
Erepsinogen Erepsin yang belum aktif yang akan diubah menjadi erepsin. Erepsin mengubah pepton menjadi asam amino.
Hormon Sekretin Merangsang kelenjar pancreas mengeluarkan senyawa kimia yang dihasilkan ke usus halus
Hormon CCK (Kolesistokinin) Merangsang hati untuk mengeluarkan cairan empedu ke dalam usus halus.
Selain itu, senyawa kimia yang dihasilkan kelenjar pankreas adalah :

Bikarbonat Menetralkan suasana asam dari makanan yang berasal dari lambung
Enterokinase Mengaktifkan erepsinogen menjadi erepsin serta mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin. Tripsin mengubah pepton menjadi asam amino.
Amilase Mengubah amilum menjadi disakarida
Lipase Mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol
Tripsinogen Tripsin yang belum aktif.
Kimotripsin Mengubah peptone menjadi asam amino
Nuklease Menguraikan nukleotida menjadi nukleosida dan gugus pospat
Hormon Insulin Menurunkan kadar gula dalam darah sampai menjadi kadar normal
Hormon Glukagon Menaikkan kadar gula darah sampai menjadi kadar normal
PROSES PENCERNAAN MAKANAN
Pencernaan makanan secara kimiawi pada usus halus terjadi pada suasana basa. Prosesnya sebagai berikut :
a. Makanan yang berasal dari lambung dan bersuasana asam akan dinetralkan oleh bikarbonat dari pancreas.
b. Makanan yang kini berada di usus halus kemudian dicerna sesuai kandungan zatnya. Makanan dari kelompok karbohidrat akan dicerna oleh amylase pancreas menjadi disakarida. Disakarida kemudian diuraikan oleh disakaridase menjadi monosakarida, yaitu glukosa. Glukaosa hasil pencernaan kemudian diserap usus halus, dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh peredaran darah.
c. Makanan dari kelompok protein setelah dilambung dicerna menjadi pepton, maka pepton akan diuraikan oleh enzim tripsin, kimotripsin, dan erepsin menjadi asam amino. Asam amino kemudian diserap usus dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh peredaran darah.
d. Makanan dari kelompok lemak, pertama-tama akan dilarutkan (diemulsifikasi) oleh cairan empedu yang dihasilkan hati menjadi butiran-butiran lemak (droplet lemak). Droplet lemak kemudian diuraikan oleh enzim lipase menjadi asam lemak dan gliserol. Asam lemak dan gliserol kemudian diserap usus dan diedarkan menuju jantung oleh pembuluh limfe.

5. Usus Besar (Kolon)

Merupakan usus yang memiliki diameter lebih besar dari usus halus. Memiliki panjang 1,5 meter, dan berbentuk seperti huruf U terbalik. Usus besar dibagi menjadi 3 daerah, yaitu : Kolon asenden, Kolon Transversum, dan Kolon desenden. Fungsi kolon adalah :
a. Menyerap air selama proses pencernaan.
b. Tempat dihasilkannya vitamin K, dan vitamin H (Biotin) sebagai hasil simbiosis dengan bakteri usus, misalnya E.coli.
c. Membentuk massa feses
d. Mendorong sisa makanan hasil pencernaan (feses) keluar dari tubuh. Pengeluaran feses dari tubuh ddefekasi.

6. Rektum dan Anus

Merupakan lubang tempat pembuangan feses dari tubuh. Sebelum dibuang lewat anus, feses ditampung terlebih dahulu pada bagian rectum. Apabila feses sudah siap dibuang maka otot spinkter rectum mengatur pembukaan dan penutupan anus. Otot spinkter yang menyusun rektum ada 2, yaitu otot polos dan otot lurik.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tips Diet dan Pola Hidup Sehat

Tubuh ideal tuh pastinya idaman banyak orang apalagi wanita, berbagai cara dilakukan untuk mendapatkannya termasuk diet ketat, namun bukan tubuh ideal yang diperoleh, melainkan yang sebaliknya atau tetapi badan yang loyo karena kurang asupan zat gizi yang seimbang. Banyak orang salah kaprah dengan pengertian diet bahkan diet ketat.

Tau gak sih temen-temen apa dan bagaimana sebenarnya diet itu?

Diet sebenarnya adalah mengatur pola dan asupan makanan, bukan malah mengurangi porsi atau mengubah pola makan, sehingga mengurangi kadar asupan gizi yang sebenarnya diperlukan tubuh. Kata diet memang sudah tidak asing lagi kita dengar, tapi diet yang bagaimana sih yang harus kita lakukan ?

Yuk baca dan pahami tips-tips yang ada dibawah ini :

 Atur Pola dan Asupan Makanan

banyak asumsi bahwa mengurangi makan adalah solusi untuk mendapatkan tubuh yang ideal. Jelas ini adalah pola pikir yang sangat menyimpang, ketika tubuh kita tidak mendapat asupan makanan tentu metabolisme dalam tubuh akan menurun sehingga konversi makanan menjadi energi akan berjalan dengan lambat bahkan tidak ada.
So, makanlah seteratur mungkin dengan metoda 3 X 1 hari. Namun yang harus sangat diperhatikan adalah nutrisi dari makanan yang akan kita konsumsi.

Nih ada beberapa referensi makanan yang bisa temen-temen konsumsi ;

1. Apel
Manfaat Apel sangat banyak untuk makanan diet anda. Pektin (salah satu zat dalam apel) membuat anda merasa lebih kenyang. Ini adalah cara yang efektif untuk makan lebih sedikit. Selain itu, pektin sebenarnya berfungsi sebagai penyerapan lemak. Apel di pagi hari saat sarapan atau mencobanya sebagai snack tengah hari adalah waktu yang dapat anda pilih.
2. Paprika (atau sayuran hijau lainnya)
Sayur-sayuran hijau (seperti paprika) memiliki fungsi mempercepat metabolisme. Di Negara barat, paprika sering diolah menjadi salad yang menarik dan lezat, sehingga kita dapat asumsikan bahwa makanan diet sehat tidak selalu hambar.


3. Brokoli
Berbeda dengan paprika, brokoli mempunyai peran yang lain. Brokoli adalah makanan diet antikanker yang kuat, tinggi kalsium, besi, magnesium, vitamin A, dan vitamin C.

 Olahraga yang teratur

Dengan asupan gizi yang baik dan seimbang, itu saja tidak cukup untuk mendapatkan tubuh yang ideal, jelas olahraga teratur lah salah satu syarat yang harus dipenuhi. Nggak usah bingung temen-temen olahraga harus ngapain ?
Dengan temen-temen lebih sering berjalan kaki, jogging kecil-kecilan serta mengikuti senam aerobic, itu sudah akan terlihat hasilnya apalagi intensitasnya bisa 3 X 1 minggu dengan durasi yang cukup lama.

 Istirahat Secukupnya

Waktu istirahat yang baik adalah 6 – 8 jam sehari. Jika waktu istirahat kita kurang dari 6 jam, jelas kita akan sering merasa ngantuk dan jangan juga waktu istirahat lebih dari 8 jam per hari, karena ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa tidur berlebih dapat meningkatkan resiko kematian.

Sedikit sekali point yang saya sarankan disini, namun temen-temen boleh langsung coba sendiri, terapkan sesuai aturannya dan lihat hasilnya .

Semoga membantu ..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Analisis Pemasaran

Pengertian Bauran Pemasaran [Marketing Mix] :
“Marketing mix is the set of marketing tools that the firm uses to pursue its marketing objectives in the market.”(Marketing Management,1997) yang kurang lebih memiliki arti bauran pemasaran adalah kumpulan dari variabel-variabel pemasaran yang dapat dikendalikan yang digunakan oleh suatu badan usaha untuk mencapai tujuan pemasaran dalam pasar sasaran.

Menurut Kotler (1997:92), Marketing mix is the set of marketing tools that the firm uses to pursue its marketing objectives in the target market. yang kurang lebih memiliki arti bahwa bauran pemasaran adalah sejumlah alat-alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk menyakinkan obyek pemasaran atau target pasar yang dituju.

Menurut Stanton (1978) Bauran pemasaran (marketing mix) adalahkombinasi dari 4 variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan yaitu produk, harga, kegiafan promosi dan sistem distribusi.
Ada banyak alat pemasaran, McCarthy mempopulerkan pembagian kiat pemasaran ke dalam 4 (empat) faktor yang disebut the four Ps: product, price, place, and promotion” (cited in Kotler, 1992:92).

Keempat bauran pemasaran tersebut secara singkat dijelaskan sebagai berikut:
1. Product (produk) adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada masyarakat untuk dilihat, dipegang, dibeli atau dikonsumsi. Produk dapat terdiri dari product variety, quality, design, feature, brand name, packaging, sizes, services, warranties, and returns.

2. Price (harga), yaitu sejumlah uang yang konsumen bayar untuk membeli produk atau mengganti hal milik produk. Harga meliputi last price, discount, allowance, payment period, credit terms, and retail price.

3. Place (tempat), yaitu berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang dihasilkan/dijual terjangkau dan tersedia bagi pasar sasaran. Tempat meliputi antara lain channels, coverage, assortments, locations, inventory, and transport.

4. Promotion (promosi), yaitu berbagai kegiatan perusahaan untuk mengkomunikasikan dan memperkenalkan produk pada pasar sasaran. Variabel promosi meliputi antara lain sales promotion, advertising, sales force, public relation, and direct marketing.

variabel promosi atau yang lazim disebut bauran komunikasi pemasaran (Koter, 1997:604):
a. Advertising, yaitu semua bentuk presentasi nonpersonal dan promosi ide, barang, atau jasa oleh sponsor yang ditunjuk dengan mendapat bayaran.

b. Sales promotion, yaitu insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau pembelian produk dan jasa.

c. Public relations and publicity, yaitu berbagai program yang dirancang untuk mempromosikan dan/atau melindungi citra perusahaan atau produk individual yang dihasilkan.

d. Personal selling, yaitu interaksi langsung antara satu atau lebih calon pembeli dengan tujuan melakukan penjualan.

e. Direct marketing, yaitu melakukan komunikasi pemasaran secara langsung untuk mendapatkan respon dari pelanggan dan calon tertentu, yang dapat dilakukan dengan menggunakan surat, telepon, dan alat penghubung nonpersonal lain.


Segmentasi, Targeting Dan Positioning

Segmentasi
Menurut Kotler (2003 ):
“Market segmentation is the process of breaking a heterogeneous group of potential buyer into smaller homogeneous groups of buyer, that is with relatively similar buying characteristics or needs”
Dengan kata lain segmentasi pasar merupakan suatu aktivitas membagi atau mengelompokkan pasar yang heterogen menjadi pasar yang homogen atau memiliki kesamaan dalam hal minat, daya beli, geografi, perilaku pembelian maupun gaya hidup.
Selanjutnya Kotler, kartajaya, Huan dan liu (2003) menyatakan bahwa segmentasi adalah melihat pasar secara kreatif, segmentasi merupakan seni mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang-peluang yang muncul di pasar. Pada saat yang sama segmentasi merupakan ilmu (science) untuk memandang pasar berdasarkan variabel geografis, demografis, psikografis dan perilaku.
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa segmentasi memiliki peran penting dalam sebuah perusahaan karena beberapa alasan; pertama, segmentasi memungkin perusahaan untuk lebih fokus dalam mengalokasikan sumber daya. Dengan membagi pasar menjadi segmen-segmen akan memberikan gambaran bagi perusahaan untuk menetapkan segmen mana yang akan dilayani. Selain itu segmentasi memungkin perusahaan mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai peta kompetisi serta menentukan posisi pasar perusahaan.
Kedua, segmentasi merupakan dasar untuk menentukan komponen-komponen strategi. Segmentasi yang disertai dengan pemilihan target market akan memberikan acuan dalam penentuan positioning. Ketiga, segmentasi merupakan faktor kunci untuk mengalahkan pesaing, dengan memandang pasar dari sudut yang unik dan cara yang berbeda dari yang dilakukan pesaing.

Tingkatan Segmentasi Pasar
Menurut Thompson (2000) segmentasi pasar dimulai dari mengidentifikasi mass market (pemasaran massal). Mass market ini terlalu beragam dan sulit untuk menetapkan target market dengan program\m pemasaran tunggal, dengan demikian pasar tersebut perlu disegmen menjadi kelompok-kelompok yang homogen.
Starting point dari segmentasi adalah mass marketing. Didalam mass marketing program pemasaran dilakukan secara massal seperti distribusi massal, promosi massal dan lainnya atau dengan kata lain satu produk untuk semua. Akan tetapi mass marketing tidak selalu sukses dalam melayani pasarnya karena satu program pemasaran tidak bisa melayani pasar yang heterogen sehingga pelu dilakukan segmentasi, niche marketing (relung pasar) dan pasar individu (Kotler, 2003).
Segmentasi pasar terdiri dari usaha untuk mengidentifikasi sebuah kelompok menjadi sebuah kelompok yang memiliki kesamaan. Segmentasi merupakan cara tengah antara mass marketingdengan individu. Dalam segmentasi pasar orang yang berada dalam satu segmen diasumsikan benar-benar memiliki persamaan, padahal tidak ada dua orang yang benar-benar memiliki persamaan dalam suatu hal (Kotler, 2003). Namun demikian segmentasi pasar memiliki beberapa keuntungan dibandingkan mass market antara lain perusahaan dapat menciptakan produk dan layanan yang cocok atau sesuai dengan target market. Perusahaan juga akan lebih mudah dalam menetapkan canel distribusi dan dalam menetapkan komunikasi pemasaran.
Pada niche marketing lebih fokus terhadap ceruk-ceruk pasar yang belum dilayani dengan baik. Hal ini dilakukan dengan mengidentifikasi segmen yang sudah ada menjadi sub segmen yang lebih kecil. Dengan adanya niche market perusahaan dapat memahami konsumen dengan baik. Ciri yang menarik dari niche market adalah konsumen pada niche market mempunyai kebutuhan yang kuat, konsumen ini mau membayar dengan harga yang premium kepada perusahaan yang dapat memuaskan mereka dengan baik. Nice market memiliki pertumbuhan yang potensial dan profitable sehingga perusahaan dapat melayani segmen ini.
Sementara itu pada pasar individu merupakan bagian terakhir dalam segmen, setiap individu memiliki keunikan masing-masing. Pasar individu dikenal juga dengan custumized marketing atau one to one marketing dimana konsumen dilayani secara individu. Perusahaan dapat melayani pasar individu secara customize sehingga dapat memenuhi kebutuhan konsumen seperti yang mereka harapkan.

Pola Segmentasi Pasar
Menurut Kotler (2003) terdapat tiga pola segmentasi pasar. Pola ini digunakan untuk mengidentifikasai preferensi segmen. Pola tersebut adalah:
• Homogeneus preference (preferensi homogen)
Homogeneus preference merupakan pola yang menunjukkan bahwa konsumen memiliki preferensi yang sama terhadap produk atau jasa yang ditawarkan.
• Diffused preference (preferensi yang menyebar)
Diffused preference merupakan pola yang menunjukkan bahwa konsumen memiliki preferensi yang beragam terhadap suatu produk atau jasa yang ditawarkan
• Clustered preference (preferensi yang mengelompok)
Clustered preference merupakan pola yang menunjukkan bahwa konsumen memiliki preferensi yang berkelompok-kelompok. Dimana konsumen yang berada dalam satu kelompok memiliki kesamaan preferensi.

Prosedur Dan Proses Segmentasi Pasar
Menurut Kotler (2003) bahwa prosedur segmentasi ada tiga tahap yaitu:
1. Survey Stage
Survey Stage merupakan tahap melakukan eksplorasi baik melalui focus group discussion atau dengan wawancara terhadap beberapa kelompok konsumen untuk memperoleh keterangan mengenai motivasi, sikap dan perilaku mahasiswa Program Magister Manajemen (MM) . Dengan adanya gambaran awal tentang preferensi konsumen peneliti dapat menggali lebih lanjut dengan menggunakan kuesioner.

2. Analysis Stage
Analysis Stage merupakan tahap analisis terhadap informasi yang telah diperoleh melalui survey. Analisis dapat dilakukan dengan menerapkan analisis faktor untuk menelaah variabel-variabel mana yang berkolerasi tinggi kemudian menerapkan analisis cluster untuk menciptakan atau mengetahui kelompok-kelompok pasar yang secara signifikan memiliki perbedaan karakteristik.

3. Profiling Stage
Profiling Stage merupakan tahap untuk mengidentifikasi frofil masing-masing cluster yang terbentuk. Dengan ini akan teridentifikasi perbedaan masing-masing cluster berdasarkan sikap dan perilaku, demografi, psikografi, manfaat atau value yang diharapkan dari sebuah program MM, kemudian masing-masing cluster diberi nama berdasarkan karakteristik yang menonjol (Fanggidae, 2006).

Dasar Segmentasi
Menurut Kotler (2003) ada dua cara yang dapat dijadikan dasar dalam segementasi pasar, yaitu pertama consumen characteristic (karakteristik konsumen) yang merupakan variabel utama dalam segementasi yang terdiri dari :
• Segmentasi Geografi
Pada segmentasi georafi pengelompokan dilakukan berdasarkan faktor geografinya, seperti berdasarkan daerah asal atau tempat tinggal mahasiswa dimana dapat dikelompokkan menjadi kelompok mahasiswa yang berasal dari dalam kota Padang, luar kota Padang dalam propinsi Sumatera Barat dan luar kota Padang luar Propinsi Sumatera Barat.

• Demografi Segmentasi
Pada segementasi demografi pengelompokan dilakukan berdasarkan variabel usia, jenis kelamin dan pekerjaan mahasiswa program MM.

• Psychographic segmentation
Pada Psychographic segemtation pengelompokan didasarkan pada karakteristik setiap konsumen, seperti motivasi, kepribadian, persepsi, interest, minat dan sikap.
Kedua yaitu, consumer responses (respon konsumen) yang terdiri dari Benefit segmentation(segmentasi manfaat) yaitu pengelompokan yang di dasarkan kepada manfaat yang diharapkan konsumen dari suatu produk atau jasa, use occasion (saat pemakaian) dan Brand atau merek. Dengan ini konsumen akan dikelompokkan berdasarkan respon mereka terhadap produk atau jasa, seperti ada konsumen yang mementingkan kualitas dan ada konsumen yang mementingkan harga yang murah.
Selanjutnya Kotler, Kartajaya, Huan dan Liu (2003) mengelompokkan pendekatan dalam melakukan segmentasi pasar menjadi tiga, yaitu :
• Static Atribut Segmentation
Static Atribut Segmentation mengelompokkan pasar berdasarkan atribut-atribut statis yang serupa, yang tidak selalu mencerminkan perilaku pembelian atau penggunaan dan tidak secara langsung mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli. Jenis atribut ini mencakup variabel geografi dan demografi.

• Dynamic Atribut Segmentation
Dynamic Atribut Segmentation mengelompokkan pasar berdasarkan atribut dinamis yang serupa, atau atribut-atribut yang mencerminkan karakteristik konsumen. Atribut ini mencakup variabel psikografis dan behavioral.

• Individual Segmentation
Individual Segmentation mengelompokkan pasar atas unit terkecil atau individu.
Menentukan Dasar Segmentasi
Dalam menentukan dasar segmentasi yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan kondisi yang paling relevan. Sebagaimana diketahui konsumen berbeda dalam banyak hal dan masing – masing berpotensi membentuk segmen, namun kenyataan tidak semua variabel ini akan bermanfaat untuk semua situasi. Dengan demikian perlu kehati-hatian dalam memilih variabel segmentasi agar sesuai dengan perusahaan.
Selanjutnya Kotler, Kartajaya, Huan dan Liu (2003) menyatakan bahwa agar strategi segmentasi tersebut tepat perusahaan harus pertama, memandang pasar dari sudut yang unik dan dengan cara yang berbeda dari yang dilakukan pesaing. Kedua metode segmentasi yang digunakan harus sejauh mungkin mencerminkan perilaku pembelian atau penggunaan serta menentukan alasan pelanggan untuk membeli. Karena alasan inilah dynamic atribut segmentation lebih unggul dibandingkan static atribut segmentation, sebab atribut ini lebih mengarah kepada perilaku pembelian, metode ini dapat memberikan informasi yang berharga bagi perumusan strategi pemasaran yang cocok untuk mempengaruhi perilaku konsumen tersebut.
Segmentasi geografis dan demografis lebih mudah dilakukan, karena data yang akurat dan tepat sudah tersedia. Namun metode ini tidak memberikan gambaran yang yang jelas tentang bagaimana konsumen memilih dan membeli suatu produk. Sehingga akan sulit untuk membangun strategi yang lengkap yang menyertakan perumusan positioning, marketing mix, penjualan, pelayanan, proses dan membangun brand dengan keakuratan yang baik.

Syarat Segmentasi Yang Efektif
Menurut Kotler (2003) syarat segmentasi yang efektif adalah:
1. Measurable (terukur)
Measurable berarti segmen pasar harus dapat membantu perusahaan dalam mengukur potensi pasar, daya beli konsumen serta ukuran alokasi sumberdaya.

2. Substansial (banyak)
Substansial berarti segmen tersebut harus besar dan profitable untuk dilayani.

3. Accessible (dapat diakses)
Accessible berarti segemen tersebut harus mudah dijangkau untuk dilayani.

4. Differentiable (dapat dibedakan)
Differentiabel berarti segmen tersebut dapat dibedakan dengan jelas.

5. Actionable (dapat dilayani)
Actionable berarti segmen tersebut dapat dijangkau atau dilayani dengan sumber daya yang dimiliki perusahaan.

Manfaat Segmentasi
Menurut Weinstein, 1994 dalam Ariwibowo, 2003, secara umum segmentasi bermanfaat untuk meningkatkan posisi kompetisi perusahaan dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada konsumen. Lebih lanjut Weinstein (1994) mengemukan secara terperinci tentang 4 manfaat segmentasi, yaitu:
1. Designing responsive products to meet the needs of the marketplace. Melalui penelitian preferensi konsumen, perusahaan berjalan ke arah penyelesaian konsep marketing yaitu kepuasan konsumen yang akan membawa keuntungan. Perusahaan menempatkan konsumen sebagai yang utama, kemudian mendisain dan menyeleksi produk untuk kepuasan konsumen.

2. Determining effective and cost efficient promosional strategies. Segmentasi sebagai alat perencanaan merupakan alat identifikasi dan analisa yang berharga untuk mengembangkan communication mix, sehingga dapat dipilih alat promosi yang sesuai untuk menargetkan pada media yang tepat.

3. Evaluating market competition in partikular the companys market position. Riset segmentasi menyediakan a competitive intelegence mechanism untuk mengakses dan membandingkan perusahaan agar sesuai dengan standar.

4. Providing insight on present marketing strategies. Segmentasi sangat penting untuk melakukan evaluasi secara periodik terhadap marketing strategi perusahaan saat ini dengan cara memanfaatkan peluang baru dan menghindarkan dari adanya potensi terhadap ancaman.

Target Market
Evaluasi Segmentasi Pasar
Setelah perusahaan mengidentifikasi peluang segmen pasar, selanjutnya adalah mengevaluasi beragam segmen tersebut untuk memutuskan segmen mana yang menjadi target market. Dalam mengevaluasi segmen pasar yang berbeda perusahaan harus melihat dua faktor yaitu daya tarik pasar secara keseluruhan serta tujuan dan resource perusahaan (Kotler, 2003). Perusahaan harus melihat apakah suatu segmen potensial memiliki karakteristik yang secara umum menarik seperti ukuran, pertumbuhan, profitabilitas, skala ekonomi, resiko yang rendah dan lain-lain. Perusahan juga perlu mempertimbangkan apakah berinvestasi dalam segmen tersebut masuk akal dengan mempertimbangkan tujuan dan sumber daya perusahaan.
Selanjutnya Kotler, Kartajaya, Huan dan Liu (2003) menyatakan ada tiga kriteria yang harus dipenuhi perusahaan pada saat mengevaluasi dan menentukan segmen mana yang akan dijadikan target. Pertama, perusahaan harus memastikan bahwa segmen pasar yang dibidik itu cukup besar dan akan cukup menguntungkan bagi perusahaan. Perusahaan dapat saja memilih segmen yang kecil pada saat sekarang namun segmen itu mempunyai prospek menguntungkan dimasa datang. Sehubungan dengan hal ini perusahaan harus menelaah kompetisi yang ada di sektor tersebut dan potensinya untuk tumbuh karena akan berkaitan juga dengan ukuran dan pertumbuhan target segmen perusahaan.
Kedua adalah bahwa strategi targeting itu harus didasarkan pada keunggulan kompetitif perusahaan yang bersangkutan. Keunggulan kompetitif merupakan cara untuk mengukur apakah perusahaan memiliki kekuatan dan keahlian yang memadai untuk menguasai segmen pasar yang dipilih sehingga memberikan value bagi konsumen. Untuk menghasilkan value yang unggul tidak cukup hanya memiliki sumber daya yang memadai tetapi harus didukung dengan kapabilitas, kompetensi inti, dan keunggulan kompetitif untuk melaksanakan diferensiasi yang ditujukan untuk memenangkan kompetisi tersebut. Perusahaan juga harus menganalisis dari dekat apakah segmen pasar yang dipilih telah sejalan dan mendukung tujuan jangka panjang perusahaan.
Ketiga adalah bahwa segmen pasar yang dibidik harus didasarkan pada situasi persaingannya. Perusahaan harus mempertimbangkan situasi persaingan yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi daya tarik targeting perusahaan. Beberapa faktor yang dipertimbangkan disini antara lain intensitas persaingan segmen, potensi masuknya pemain baru, hambatan masuk industri, keberadaan produk-produk pengganti, kehadiran produk-produk komplementer serta pertumbuhan kekuatan tawar menawar pembeli maupun pemasok.
Dengan menggunakan beberapa kriteria diatas perusahaan dapat menemukan kesesuaian perusahaan dengan segmen pasar yang tepat.

Menentukan Target Market
Menurut Kotler, 2003, dalam menetapkan target market perusahaan dapat mempertimbangkan lima pola
Product specialization
Berdasarkan gambar diatas dapat dijelaskan sebagai Berikut :
1. Single Segment Concentration.
Single Segment Concentration maksudnya adalah perusahaan dapat memilih satu segmen saja. Perusahaan lebih bisa mencapai posisi yang kuat disatu segmen, dengan pengetahuan yang baik terhadap kebutuhan segmen sehingga bisa diperoleh keuntungan. Namun, konsentrasi di satu segmen mempunyai potensi resiko yang cukup besar, sehingga alasan inilah yang mendasari perusahaan untuk memilih lebih dari satu segmen.

2. Selective Specialization.
Selective Specialization maksudnya adalah perusahaan menyeleksi beberapa segmen. Segmen yang dipilih mungkin tidak saling berhubungan atau membentuk sinergi, tetapi masing – masing segmen menjanjikan uang. Strategi ini lebih dipilih oleh perusahaan untuk menghindari kerugian, walaupun salah satu segmennya tidak produktif, tetapi perusahaan tetap memperoleh pendapatan dari segmen yang lain.

3. Product Specialization.
Product Specialization maksudnya perusahaan berkonsentrasi membuat produk khusus atau tertentu. Melalui cara ini, perusahaan membangun reputasi yang kuat di produk yang spesifik. Namun resikonya tetap ada, yaitu apabila terjadi kekurangan bahan untuk pembuatan produknya atau keterlambatan melakukan perubahan teknologi.

4. Market Specialization.
Market Specialization maksudnya adalah perusahaan berkonsentrasi melayani berbagai kebutuhan dalam kelompok tertentu. Perusahaan memperoleh reputasi yang kuat dan menjadi channel untuk semua produk baru yang dibutuhkan dan dipergunakan oleh kelompok tersebut. Resiko akan kerugian akan timbul apabila kelompok tadi mengurangi pembelian atau kebutuhannya.

5. Full Market Coverage.
Full Market Coverage maksudnya adalah perusahaan berusaha melayani semua kelompok dengan produk yang dibutuhkan. Namun, hanya perusahaan besar yang bisa melakukannya. Untuk menciptakan kepuasan konsumen, pemasar dapat melakukan diferensiasi dan menghasilkan lebih banyak penjualan daripada tidak melakukan diferensiasi, namun diferensiasi dapat meningkatkan biaya perusahaan. Secara umum, hal ini tetap akan bermanfaat khususnya apabila dikaitkan dengan strategy profitability, namun demikian perusahaan sebaiknya berhati – hati agar tidak terjadi over segmenting. Biaya yang diperkirakan adalah Product modification cost, manufacturing cost, administrative cost, inventory cost, dan promotion cost.
Selain itu menurut Kotler, 2003 ada pertimbangan tambahan yang perlu diperhatikan perusahaan dalam mengevaluasi dan memilih segmen yaitu:
• Pilihan etika atas pasar sasaran. Dalam menetapkan target market perusahaan hendaknya tidak menimbulkan pertentangan, seperti mngambil keuntungan dari kelompok yang rapuh seperti anak-anak atau mempromosikan produk yang berbahaya. Karena dalam pasar sasaran masalahnya bukanlah siapa yang dipilih sebagai target tapi bagaimana dan untuk apa. Pasar yang memiliki tanggungjawab sosial mengharuskan segmentasi dan target pasar yang melayani tidak hanya untuk kepentingan industri saja tetapi juga kepentingan mereka yang dijadikan sasaran.
• Interelasi dan segmen super. Segmen super adalah sekumpulan segmen yang memiliki kesamaan yang dapat dieksploitasi, sehingga perusahaan akan bijaksana jika memilih segmen super daripada segmen di dalam segmen super karena perusahaan tidak memiliki keunggulan kompetitif terhadap industri-industri yang telah berada dalam segmen super.
• Rencana serangan segmen per segmen. Pesaing tidak boleh tahu segmen mana yang dituju oleh perusahaan. Jika diketahui maka perusahaan harus mencari jalan keluar untuk menerobos yakni dengan cara menyerang pasar tertutup dengan pendekatan mega marketing artinya koordinasi strategis keahlian ekonomi, psikologis, politik dan hubungan masyarakat untuk memasuki atau beroperasi dalam pasar tertentu.
• Kerjasama antar segmen. Cara terbaik untuk mengelola segmen adalah kerjasama antara SDM di dalam perusahaan untuk membangun bisnis segmen perusahaan.

Positioning
Menurut Milton M. Presley et al dalam Advertising procedure:
“Positioning product is the place your product occupies in consumers’ minds relative to competing products. Think brand image, benefit promise, and competitive advantage. It’s how you plan to compete in the marketplace. It’s the reasons customers should buy your product, and not the competitors”.
Dengan kata lain posititioning adalah bagaimana sebuah produk dimata konsumen yang membedakannya dengan produk pesaing. Dalam hal ini termasuk barnd image, manfaat yang dijanjikan serta competitive advantage. Inilah alasan kenapa konsumen memilih produk suatu perusahaan bukan produk pesaing.
Menurut Fanggidae, 2006, positioning adalah suatu strategi dalam kegiatan pemasaran yang bertujuan untuk menciptakan perbedaan (differents), keuntungan (advantages), manfaat (benefit) yang membuat konsumen selalu ingat dengan suatu produk. Dengan kata lain sebagai usaha menempatkan sesuatu dalam pikiran orang dengan terlebih dahulu memberikan informasi tentang segala sesuatu seperti fasilitas, program yang diberikan, dosen yang dimiliki dengan cara penyuguhan kualitas pelayanan dan bagaimana mempresentasikannya.
Selanjutnya Kotler, Kartajaya, Huan dan liu, 2003 menyatakan positioning sebagai ”the strategy for leading your cutomers credibly” yaitu suatu strategi untuk membangun kepercayaan, keyakinan dan kompetensi bagi konsumen. Positioning adalah mengenai bagaimana perusahaan mendapatkan kepercayaan pelanggan untuk dengan sukarela mengikuti perusahaan.
Selanjutnya Yoram Wind, dalam Kotler et all 2003 menyatakan positioning sebagai reason for beingyaitu bagaimana mendefinisikan identitas dan kepribadian perusahaan di benak konsumen. Perusahaan harus mempunyai kredibilitas di benak konsumen untuk itu konsumen perlu dibimbing. Positioning tidak sekedar membujuk dan menciptakan citra dalam benak pelanggan, tetapi juga bagaimana merebut kepercayaan pelanggan. Positioning menyangkut menciptakan being dalam benak konsumen dan membimbing mereka dengan penuh kredibilitas. Selanjutnya positioning merupakan sebuah janji yang dibuat perusahaan kepada konsumen. Janji tersebut harus ditepati dan kemampuan perusahaan untuk menepati janji merupakan bagian yang vital dan strategi. Karena alasan inilah, positioning yang tepat merupakan hal yang krusial bagi keberhasilan akhir perusahaan.

Cara Menentukan Positioning
Dalam menentukan positionig ada empat tahap yaitu: identifikasi target, menentukan frame of referencepelanggan (siapa diri), merumuskan point of differentiation — Mengapa konsumen memilih perusahaan, menetapkan keunggulan kompetitif produk — bisa dinikmati sebagai sesuatu yang beda (Kotler, 2003)
Menurut Kotler, Kartajaya, Huan dan Liu, 2003 ada empat kriteria yang dapat dilakukan perusahaan untuk menentukan positioning. Pertama adalah kajian terhadap konsumen (cutomer). Disini positioning harus mendeskripsikan value bagi konsumen karena positioning mendeskripsikan value yang unggul. Selain itu positiong merupakan penentu penting bagi konsumen pada saat memutuskan untuk membeli.
Kriteria kedua didasarkan atas kajian pada kapabilitas perusahaan (company). Disini positioning harus mencerminkan kekuatan dan keunggulan kompetitif perusahaan. Seperti lokasi yang strategis.
Kriteria ketiga didasarkan atas kajian pada pesaing (competitor). Disini positioning harus bersifat unik, sehingga dengan mudah dapat mendiferensiasikan diri dari para pesaing.
Kriteria keempat didasarkan atas kajian terhadap perubahan yang terjadi dalam lingkungan bisnis (change). Dikatakan bahwa positioning harus berkelanjutan dan selalu relevan dengan berbagai perubahan lingkungan bisnis. Positioning pada hakikatnya adalah menanamkan sebuah persepsi, identitas dan kepribadian di dalam benak konsumen. Untuk itu agar positioning kuat maka perusahaan harus selalu konsisten dan tidak berubah. Karena persepsi, identitas dan kepribadian yang terus menerus berubah akan menimbulkan kebingungan di benak konsumen dan pemahaman mereka akan tawaran perusahaan akan kehilangan fokus.
Dalam menetapkan penentuan positioning perusahaan dapat memperhatikan faktor-faktor di bawah ini sebagai basis atau landasan penentuan positioning:
• Proposisi nilai dan manfaat yang dapat diberikan perusahaan
• Capaian yang telah dihasilkan perusahaan
• Segmen pasar dan pelanggan yang ditargetkan
• Atribut yang jadi keunggulan produk dan merk perusahaan
• Bisnis baru yang dimasuki
• Originalitas dan posisi sebagai perusahaan atau merk baru di pasar
Dalam mengkomunikasikan positionig sebuah produk perusahaan harus memperhatikan faktor-faktor di bawah ini:
• Be creative
Be craetif maksudnya adalah bahwa perusahaan harus kreatif untuk mencuri perhatian konsumen atau target market.
• Simplicity
Simplicity maksudnya adalah komunikasi yang disampaikan harus sesederhana dan sejelas mungkin
• Consistent yet flexible
Consistent yet flexible maksudnya adalah perusahaan harus konsisten dan melihat kondisi.
• Own, dominate, protect
Own, dominate, protect maksudnya adalah dalam komunikasi perusahaan harus memiliki satu atau beberapa kata ampuh di benak pelanggan
• User their language
User their language maksudnya adalah dalam mengkomunikasikan positioning perusahaan harus menggunakan bahasa pelanggan.

Diferensiasi
Menurut Porter dalam Kotler et all, 2003, hakikat dari positioning adalah penciptaan posisi yang unik dan bernilai, yang melibatkan sekumpulan aktifitas yang berbeda dari yang dipilih pesaing.
Selanjutnya Kotler, Kartajaya, Huan dan Liu, 2003, menyatakan diferensiasi merupakan tindakan merancang seperangkat perbedaan yang bermakna dalam tawaran perusahaan. Tawaran tersebut harus dipersepsikan oleh konsumen sebagai hal yang berbeda, namun harus benar-benar berbeda dalam hal content, context dan infrastrukturnya.
Content adalah dimensi diferensiasi yang menunjukkan value yang ditawarkan kepada pelanggan. Ini merupakan bagian tangible dari diferensiasi. Contex merupakan dimensi yang menunjuk pada cara perusahaan menawarkan produk. Ini berhubungan dengan usaha-usaha perusahaan untuk membantu konsumen mempersepsikan tawaran perusahaan dengan cara berbeda dari tawaran pesaing. Dimensi terakhir menunjuk pada infrastruktur seperti teknologi, SDM dan fasilitas yang digunakan untuk menciptakan diferensiasi content dan context.
Proses diferensiasi dapat dilakukan dalam tiga tahap (Kotler, 2000): pertama dengan menemukan model nilai konsumen. Perusahaan harus membuat semua daftar produk dan jasa yang mempengaruhi persepsi konsumen yang menjadi target market terhadap value. Kedua dengan membangun hirarki nilai pelanggan, perusahaan harus menyusun setiap faktor kedalam satu kelompok dari empat kelompok yaitu: Basic (dasar), expected (harapan), desired (keinginan) dan unanticipated (kejutan). Yang ketiga adalah menemukan sepaket nilai konsumen. Perusahaan harus memilih kombinasi antara faktor yang intangible dan tangible untuk membedakan dengan pesaing dan menciptakan konsumen yang loyal.
Dalam membangun positioning di benak konsumen perusahaan harus mengembangkan unique selling proposition (USP) yang merupakan competitive advantage (Kotler, 2003). Dimana produk atau jasa yang dihasilkan harus unik atau hanya dimiliki perusahaan dan dibutuhkan oleh konsumen. Sebuah produk atau merek harus mengkomunikasikan dirinya sebagai yang nomor satu pada manfaat yang dicari konsumen.
Alat Diferensiasi
Perusahaan dapat melakukan diferensiasi pada lima dimensi (Kotler, 2003) yaitu: produk, services, personel, chanel dan image.
1. Diferensiasi Produk
Diferensiasi produk adalah kegiatan memodifikasi produk agar menjadi lebih menarik. Diferensiasi ini memerlukan penelitian pasar yang cukup serius karena agar bisa benar-benar berbeda, diperlukan pengetahuan tentang produk pesaing. Diferensiasi produk ini biasanya hanya mengubah sedikit karakter produk, antara lain kemasan dan tema promosi tanpa mengubah spesifikasi fisik produk, meskipun itu diperbolehkan.
Tujuan dari strategi diferensiasi adalah mengembangkan positioning yang tepat sesuai keinginan konsumen potensial yang ingin dituju. Jika pasar melihat perbedaan produk perusahan dibanding produk pesaing maka akan lebih mudah mengembangkan marketing mix untuk produk tersebut.
Diferensiasi produk dapat dilakukan pada form (bentuk) seperti ukuran, bentuk dan bentuk fisik lainnya dari produk, features (corak) dengan memvariasikan fungsi dasar produk, performance (kinerja), durability (daya tahan), reliability (kehandalan), style (Mode) dan design (Disain).
Menurut Macmillan dalam Aaker, 1992 dalam Sukowatai, 2003 perusahaan jasa dapat melakukan diferensiasi melalui inovasi yang bersifat pre-emptive dalam jangka panjang. Pre-emptive di sini maksudnya adalah implementasi suatu strategi yang baru bagi suatu bisnis tertentu. Karena merupakan yang pertama, maka dapat menghasilkan keterampilan atau aset yang dapat merintangi, mencegah, atau menghalangi para pesaing untuk melakukan duplikasi atau membuat tandingannya.
Perusahaan jasa dapat mendeferensiasikan dirinya melalui citra di mata pelanggan, misalnya melalui simbol-simbol dan merek yang digunakan. Selain itu, perusahaan dapat melakukan diferensiasi produk dalam penyampaian jasa (service delivery) melalui tiga aspek yang juga dikenal sebagai 3P dalam pemasaran jasa, yaitu orang (people), lingkungan fisik (physical environment)dan proses (process)
Keunggulan bersaing yang berkesinambungan adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menciptakan suatu produk yang pada saat pesaing berusaha untuk menirunya akan selalu mengalami kegagalan secara signifikan. Di samping faktor keunikan produk, perusahaan yang memiliki keunggulan bersaing juga menerapkan strategi marketing mix yang meliputi harga yang mampu bersaing, tempat atau lokasi strategis, dan promosi yang memadai.
Keunggulan bersaing melalui diferensiasi produk adalah bagaimana perusahaan dapat menciptakan produk unik yang memberikan tingkat keuntungan di atas rata-rata yang mampu diraih oleh industri melalui kombinasi manusia, lingkungan, dan proses.

2. Diferensiasi Jasa
Menurut Kotler (2003) ketika produk tidak mudah untuk di diferensiasi maka perusahaan perlu menambah nilai pelayanan serta meningkatkan kualitasnya. Kreativitas yang tinggi mengharmonisasikan unsur-unsur marketing mix : product, place, price, promotion, people, packaging, programming patnership sehingga kualitas jasa yang dirasakan oleh konsumen melebihi harapan.
Menurut Tjiptono dalam Sukawati, 2003, cara lain untuk melakukan diferensiasi adalah secara konsisten memberikan kualitas pelayanan yang lebih baik daripada para pesaing. Hal ini dapat dicapai dengan memenuhi atau bahkan melampaui kualitas jasa yang diharapkan para pelanggan. Kualitas jasa sendiri dipengaruhi oleh dua variabel, yaitu jasa yang dirasakan (perceived service) dan jasa yang diharapkan (expexted service). Bila jasa yang dirasakan lebih kecil daripada yang diharapkan, maka para pelanggan menjadi tidak tertarik lagi pada penyedia jasa yang bersangkutan. Bila yang terjadi adalah sebaliknya (perceived expexted), maka ada kemungkinan para pelanggan akan menggunakan penyedia jasa itu lagi.
Menurut Kotler (2003), diferinsiasi jasa dapat dilakukan pada delivery yaitu bagaimana produk dan jasa sampai kepada konsumen. Disini termasuk kecepatan dan keakuratannya. Instalation yaitu bagaimana sebuah produk terpasang dengan baik di tempat konsumen. Customer training dan customer consulting yaitu bagaimana perusahaan memberikan pengarahan dan mendengarkan keluhan dari konsumen.

3. Diferensiasi Personal
Diferensiasi personal adalah diferensiasi lewat keunggulan personal. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kompetensi karyawan melalui peningkatan pengetahuan, courtesy atau keramah tamahan, sopan santun dan bersahabat, credibility yaiu dapat dipercaya dan jujur serta responsiveness yaitu cepat tanggap menghadapi pelanggan.

4. Diferensiasi Image (Citra)
Menurut Zyman, S, 2000 dalam Sukawati, 2003 citra identik dengan atribut adalah sebuah karakteristik, yang khusus atau pembeda dari penampilan seseorang atau benda. Diferensiasi citra adalah bauran yang tepat dari elemen pencitraan, yang menciptakan citra sebuah merek. Proses pencitraan harus membangun, memaksimalkan, memanfaatkan, dan mengekploitasikan kekuatan dan kelemahan setiap elemen citra untuk memastikan bahwa merek itu memiliki prospek yang baik secara terus- menerus.
Perusahaan yang tidak menciptakan hubungan antara penciptaan citra dan penjualan produk sering kali tidak melakukan pekerjaan yang baik. Menurut Sergio Zyman (200) dalam Sukawati, 2003, banyak perusahaan yang sukses dalam menjual produk karena produk mereka memiliki citra jelas yang menentukan posisi mereka di titik yang secara potensial menarik dalam pilihan konsumen yang begitu banyak.
Menurut Trout, J. (2000), kebanyakan perusahaan yang sukses adalah perusahaan yang “memiliki kata” yang menempati tempat spesial dalam benak konsumen. Berbagai konsep yang berkembang saat ini menyiratkan bahwa pentingnya citra sebagai sarana atau alat untuk meraih keunggulan bersaing di pasar. Begitu perusahaan telah secara jelas mendefinisikan citranya kepada pelanggan, maka langkah berikutnya adalah mengkomunikasikan citra tersebut agar elemen ini menjadi sumber keunggulan bersaing yang Anda miliki dalam jangka panjang (Sukowati, 2003). Melalui investasi pada proses pencitraan yang dilakukan secara terus-menerus, perusahaan akan menikmati tingkat pengembalian pasar dalam konsep pemasaran, yang lebih tinggi daripada yang dapat diraih oleh pesaing dalam industri yang sama.

Sumber : http://priyo.datautama.net.id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Vitamin




BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Vitamin
Vitamin merupakan nutrisi tanpa kalori yang penting dan dibutuhkan untuk metabolisme tubuh manusia. Vitamin tidak dapat diproduksi oleh tubuh manusia, tetapi diperoleh dari makanan sehari-hari. Fungsi khusus vitamin adalah sebagai kofaktor (elemen pembantu) untuk reaksi enzimatik.
Vitamin juga berperan dalam berbagai macam fungsi tubuh lainnya, termasuk regenerasi kulit, penglihatan, sistem susunan syaraf dan sistem kekebalan tubuh dan pembekuan darah. Tubuh membutuhkan jumlah yang berbeda untuk setiap vitamin. Setiap orang punya kebutuhan vitamin yang berbeda. Anak-anak, orang tua, orang yang menderita penyakit atau wanita hamil membutuhkan jumlah yang lebih tinggi akan beberapa vitamin dalam makanan mereka sehari-hari.
Vitamin dibedakan menjadi dua jenis: vitamin yang larut dalam lemak (A,D,E dan K) dan vitamin yang larut dalam air (B dan C).
Vitamin tidak memberikan kalori, seperti karbohidrat, protein dan lemak. Selain itu, vitamin pun tidak ikut menyusun jaringan tubuh. Namun, peranannya sangat penting dalam tubuh manusia. Tanpa vitamin, proses metabolisme makanan tidak dapat berjalan. Kekurangan vitamin dalam tubuh akan menyebabkan timbulnya penyakit tertentu atau kelainan-kelainan pada fungsi tubuh.
Karena vitamin tidak dapat disintesis dalam tubuh, kecuali vitamin K, vitamin harus diperoleh dan bahan makanan yang dikonsumsi. Dalam bahan makanan pun, kandungan vitaminnya berbeda-beda. Bahan makanan yang banyak mengandung vitamin dan mineral adalah buah dan sayur. Umumnya, vitamin dibagi menjadi dua kelompok, yaitu vitamin yang larut dalam lemak dan vitamin yang larut dalam air.
1. Vitamin yang larut dalam lemak Vitamin yang larut dalam lemak, terdiri atas vitamin A, D, E, dan K. Vitamin-vitamin ini terdapat dalam darah dan dikirim ke jaringan-jaringan yang larut dalam lemak. Selain itu, vitamin-vitamin ini juga tersimpan dalam lemak tubuh. Jika jumlah vitamin-vitamin tersebut telah melampaui batas, akan terjadi penumpukan sehingga menyebabkan keracunan.
2. Vitamin yang larut dalam air Kelompok vitamin jenis ini di antaranya adalah vitamin B kompleks dan vitamin C.
B. Fungsi Vitamin
Fungsi masing-masing vitamin ini antara lain :
1. Vitamin A berfungsi bagi pertumbuhan sel-sel epitel dan sebagai pengatur kepekaan rangsang sinar pada saraf dan mata.

2. Vitamin B1 berfungsi untuk metabolisme karbohidrat, keseimbangan air dalam tubuh dan membantu penyerapan zat lemak oleh usus.

3. Vitamin B2 berfungsi dalam pemindahan rangsang sinar ke saraf mata dan enzim dan berfungsi dalam proses oksidasi dalam sel-sel.

4. Vitamin B6 berfungsi dalam pembuatan sel-sel darah dan dalam proses pertumbuhan dan dalam proses pertumbuhan serta pekerjaan urat saraf.

5.Vitamin B12 (Cyanocobalamin) berfungsi dalam Membantu pembentukan sel darah merah/mencegah anemia, mempertahankan kesehatan sistim susunan syaraf

6. Vitamin C berfungsi sebagai aktivator macam-macam fermen perombak protein dan lemak, dalam oksidasi dan dehidrasi dalam sel, penting dalam pembentukan trombosit.

7. Vitamin D berfungsi mengatur kadar kapur dan fosfor dalam bersama-sama kelenjar anak gondok, memperbesar penyerapan kapur dan fosfor dari usus, dan mempengaruhi kerja kelenjar endokrin.

8. Vitamin E berfungsi mencegah perdarahan bagi wanita hamil serta mencegah keguguran dan diperlukan pada saat sel sedang membelah

9. Vitamin K berfungsi dalam pembentukan protrombin, yang berarti penting dalam proses pembekuan darah.

C. Sumber-Sumber Vitamin
1. Vitamin A
- sumber vitamin A =
susu, ikan, sayuran berwarna hijau dan kuning, hati, buah-buahan warna merah dan kuning (cabe merah, wortel, pisang, pepaya, dan lain-lain)
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin A = rabun senja, katarak, infeksi saluran pernapasan, menurunnya daya tahan tubuh, kulit yang tidak sehat, dan lain-lain.
2. Vitamin B1
- sumber yang mengandung vitamin B1 = gandum, daging, susu, kacang hijau, ragi, beras, telur, dan sebagainya
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B1 = kulit kering/kusik/busik, kulit bersisik, daya tahan tubuh berkurang.
3. Vitamin B2
- sumber yang mengandung vitamin B2 = sayur-sayuran segar, kacang kedelai, kuning telur, susu, dan banyak lagi lainnya.
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B2 =
turunnya daya tahan tubuh, kilit kering bersisik, mulut kering, bibir pecah-pecah, sariawan, dan sebagainya.
4. Vitamin B3
- sumber yang mengandung vitamin B3 = buah-buahan, gandum, ragi, hati, ikan, ginjal, kentang manis, daging unggas dan sebagainya
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B3 =
terganggunya sistem pencernaan, otot mudah keram dan kejang, insomnia, bedan lemas, mudah muntah dan mual-mual, dan lain-lain
5. Vitamin B5
- sumber yang mengandung vitamin B5 = daging, susu, sayur mayur hijau, ginjal, hati, kacang ijo, dan banyak lagi yang lain.
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B5 =
otot mudah menjadi kram, sulit tidur, kulit pecah-pecah dan bersisik, dan lain-lain
6. Vitamin B6
- sumber yang mengandung vitamin B6 = kacang-kacangan, jagung, beras, hati, ikan, beras tumbuk, ragi, daging, dan lain-lain.
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B6 =
pelagra alias kulit pecah-pecah, keram pada otot, insomnia atau sulit tidur, dan banyak lagi lainnya.
7. Vitamin B12
- sumber yang mengandung vitamin B12 = telur, hati, daging, dan lainnya
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B12 =
kurang darah atau anemia, gampang capek/lelah/lesu/lemes/lemas, penyakit pada kulit, dan sebagainya
8. Vitamin C
- sumber yang mengandung vitamin C = jambu klutuk atau jambu batu, jeruk, tomat, nanas, sayur segar, dan lain sebagainya
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin C =
mudah infeksi pada luka, gusi berdarah, rasa nyeri pada persendian, dan lain-lain
9. Vitamin D
- sumber yang mengandung vitamin D = minyak ikan, susu, telur, keju, dan lain-lain
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin D =
gigi akan lebih mudah rusak, otok bisa mengalami kejang-kejang, pertumbuhan tulang tidak normal yang biasanya betis kaki akan membentuk huruf O atau X.
10. Vitamin E
- sumber yang mengandung vitamin E = ikan, ayam, kuning telur, kecambah, ragi, minyak tumbuh-tumbuhan, havermut, dsb
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin E =
bisa mandul baik pria maupun wanita, gangguan syaraf dan otot, dll
11. Vitamin K
- sumber yang mengandung vitamin K = susu, kuning telur, sayuran segar, dkk
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin K =
darah sulit membeku bila terluka/berdarah/luka/pendarahan, pendarahan di dalam tubuh, dan sebagainya.

D. Akibat Kekurangan Vitamin
1. Vitamin A
rabun senja, katarak, infeksi saluran pernapasan, menurunnya daya tahan tubuh, kulit yang tidak sehat, dan lain-lain.
2. Vitamin B1
kulit kering/kusik/busik, kulit bersisik, daya tahan tubuh berkurang.
3. Vitamin B2
turunnya daya tahan tubuh, kilit kering bersisik, mulut kering, bibir pecah-pecah, sariawan, dan sebagainya.
4. Vitamin B3
terganggunya sistem pencernaan, otot mudah keram dan kejang, insomnia, bedan lemas, mudah muntah dan mual-mual, dan lain-lain
5. Vitamin B5
otot mudah menjadi kram, sulit tidur, kulit pecah-pecah dan bersisik, dan lain-lain
6. Vitamin B6
pelagra alias kulit pecah-pecah, keram pada otot, insomnia atau sulit tidur, dan banyak lagi lainnya.
7. Vitamin B12
kurang darah atau anemia, gampang capek/lelah/lesu/lemes/lemas, penyakit pada kulit, dan sebagainya
8. Vitamin C
mudah infeksi pada luka, gusi berdarah, rasa nyeri pada persendian, dan lain-lain
9. Vitamin D
gigi akan lebih mudah rusak, otok bisa mengalami kejang-kejang, pertumbuhan tulang tidak normal yang biasanya betis kaki akan membentuk huruf O atau X.
10. Vitamin E
bisa mandul baik pria maupun wanita, gangguan syaraf dan otot, dll
11. Vitamin K
darah sulit membeku bila terluka/berdarah/luka/pendarahan, pendarahan di dalam tubuh, dan sebagainya

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Metabolisme Protein


BAB II
PEMBAHASAN

A. Metabolisme Protein
Metabolisme Protein terbagi menjadi 2 macam :
1. Anabolisme yaitu Pembentukan yang mengubah senyawa kecil menjadi besar ( memerlukan ATP ),
Proses sintesis protein dapat dibedakan menjadi dua tahap.
Tahap pertama adalah transkripsi yaitu pencetakan ARNd oleh ADN yang berlangsung di dalam inti sel. ARNd inilah yang akan membawa kode genetik dari ADN.
Tahap kedua adalah translasi yaitu penerjemahan kode genetik yang dibawa ARNd oleh ARNt.
- Langkah sintesis protein
- Tempat berlangsung
- Perancang jenis protein
- Pelaksana proses sintesis
- Sumber energi
- Bahan sintesis protein
- Enzim yang diperlukan untuk transkripsi : Transkripsi dan Translasi
: Ribosom
: ADN
: ARNd, ARNt, dan ARNr
: Adenosin Tri Phosphat (ATP)
: asam amino
: ARN polimerase

ADN mencetak ARNd dalam proses transkripsi yang berlangsung di dalam inti.
ARNd keluar dari dalam inti bergabung dengan ribosom di sitoplasma.
Datang ARNt membawa asam amino yang sesuai dengan kodon.
Terjadi ikatan antar asam amino sehingga terbentuk protein.

2. Katabolisme yaitu Pemecahan yang mengubah makromolekul menjadi mikromolekul ( menghasilkan ATP ).

Pemecahan protein jadi asam amino terjadi di hati dengan 2 proses:
1. Deaminasi
Merupakan proses pembuangan gugus amino dari asam amino
( asam amino + NAD+ → asam keto + NH3 )
2. Transaminasi
Merupakan proses perubahan asam amino menjadi asam keto ( alanin + alfa-ketoglutarat → piruvat + glutamate )

Tiga jenis proses utama mendahului deretan proses-proses metabolisma asam amino itu, diantaranya :
1. Proses dekarbolisasi
Adalah memisahkan gugusan karboksil dari asam amino, sehingga terjadi ikatan baru yang merupakan zat-antara yang masih mengandung unsure nitrogen.
2. Proses transaminasi
Adalah yang menghasilkan pemindahan gugusan amino (NH2) dari suatu asam amino ke ikatan lain, yang biasanya suatu asam keton, sehingga terjadi asam amino lagi yang berbeda dari asam amino yang pertama.
3. Proses deaminasi
adalah di sini gugusan amino dipisahkan dari asam amino untuk di jadikan ureum, atau garam-garam amonium yang kemudian di buang ke luar tubuh.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Workshop Internasional tentang Penjas Adaptif


Workshop Internasional tentang Penjas Adaptif yang dilaksanakan pada tanggal 7 dan 10 November 2011, dan dipandu langsung oleh Ahli dalam bidang Penjas Adaptif dari Respo Internasional CALO-Windesheim University The Netherland dihadiri oleh sekitar 70 orang guru penjas adaptif dari sekitar 25 SLB yang berada di wilayah Kota/Kab Bandung dan Cimahi. Workshop ini telah bisa memahamkan para peserta pada pentingnya gerak dan olahraga bagi siswa-siswa berkebutuhan khusus.
Jenis permainan yang berhasil dirancang dalam pembelajaran penjas adaptif yaitu : kejar-kejaran, ketangkasan lompat, dan permainan menyerupai tenis meja, serta jenis keterampilan gerak lainnya. Workshop ini juga berhasil menyebarluaskan konsep keriangan gerak atau The Joy of Movement melalui partisipasi siswa dalam aktivitas jasmani, sehingga telah merubah paradigma pendidikan jasmani yang berorientasi olahraga menjadi pendidikan jasmani yang berorientasi pada penanaman tema-tema aktivitas jasmani dan sekaligus keriangan yang ditimbulkan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Olahraga Tradisional ( Lari Balok )


BAB II
PEMBAHASAN


A. Pengertian Permainan Tradisional Lari Balok

Lari balok merupakan cabang permainan atau olahraga tradisional yang peraturan permainannya telah disusun secara nasional, dapat dimainkan secara beregu atau perorangan dan dimainkan di atas lapangan berukuran panjang minimum 15 m, lebar 7,5 m dibagi lima garis lintasan masing-masing 1,5 m. Balok tersebut dari bahan kayu dengan ukuran panjang 23 cm, lebar 9 cm, tinggi/ tebal 4 cm, berat balok sekitar 50 gram- 100 gram. Permainan yang dilakukan dengan cara lari diatas lintasan dua balok dari empat balok yang tersedia untuk masing- masing pelari.
Lari Balok adalah permainan tradisional yang sering dilombakan pada perayaan kemerdekaan Republik Indonesia. Bentuk permainan berupa adu kecepatan menempuh suatu jarak tertentu diatas empat buah balok kecil yang menyerupai batu bata, yang mana setiap habis melangkah pemain harus memindahkan balok yang dibelakangnya ke depan sebagai tempat berpijak dab begitu selanjutnya. Permainan ini menuntut kelincahan, keseimbangan, kecepatan dan kooordinasi gerak yang baik atau konsentrasi.


B. Tujuan dan Manfaat Permainan Tradisional Lari Balok

1. Untuk meningkatkan kebugaran jasmani,
2. Untuk menurunkan ketegangan dan penat di otak,
3. Untuk meningkatkan ketangkasan dan koordinasi gerak,


C. Peraturan Permainan Tradisional Lari Balok
1. Lapangan dan Peralatan
a) Lapangan
Lapangan terbuka, rata (rumput, tanah, semen, maupun aspal). Jalan raya apabila memungkinkan. Panjang minimum 15 m, lebar 7 ½ m dibagi 5 garis lintasan masing-masing 1 ½ m, tebal garis 4 cm.

b) Peralatan
Bahan dari kayu atau balok dimana permukaan tempat berpijak dibuat rata. Spesifikasi alat sebagai berikut :
1. Bahan : Kayu
2. Ukuran balok : -panjang = 25 cm
-Lebar = 9 cm
-Tinggi/tebal = 4 cm
3. Berat balok : 50 gr – 100 gr
4. Bendera start : 60 x 90 cm (ukuran tidak mutlak)
5. Bendera kecil segitiga merah dan biru 27 x 37 cm

2. Pemain
a) Permainan lari balok bisa dimainkan oleh laki-laki maupun perempuan.
b) Klasifikasi :
1. Kelompok I : 6 – 10 tahun
2. Kelompok II : 11 – 14 tahun
3. Kelompok III : 15 – 18 tahun
4. Kelompok IV : 19 tahun keatas

3. Jalanya permainan
a. Sebelum perlombaan dimulai para peserta / atlet diteliti usianya untuk menentukan kelompok usianya masing-masing.
b. Setiap peserta / atlet yang akan berlomba diberikan empat potong balok.
c. peserta / atlet diundi untuk menentukan kelompok seri / urutan perlombaan
d. sebelum perlombaan dimulai para peserta / atlet duduk jongkok diatas dua balok di belakang garis start dan kedua tangan menyaentuh balok dua lainya yang terletak dibelakang kedua balok yang diinjak.
e. Aba-aba perlombaan oleh wasit/juri adalah “ bersedia , siap, ya !! “ . Pada aba-aba bersedia peserta / atlet duduk jongkok di kedua balok lainya dan setalah aba-aba ya peserta / atlet saling berlomba.
f. Para peserta / atlet dinyatakan gugur apabila :
1. Salah satu kaki menginjak tanah dan sama sekali tidak ada kontak/hubungan dengan balok.
2. Salah satu tangan atau kedua tangan sama sekali tidak ada kontak/hubungan dengan balok.
3. Dengan sengaja mengganggu peserta / atlet lain.
4. Keluar dari lintasanya.

4. Pemenang
Ditentukan berdasarkan peserta / atlet yang paling dahulu mencapai garis finish ( dengan ketentuan keempat balok telah melewati garis finish ).

5. Pemimpin Perlombaan
a. Wasit , mengawasi jalanya perlombaan .
b. Juri pemberangkatan, memberi aba-aba start pemberangkatan.
c. Juri lintasan, mengikuti di belakang dari setiap peserta / atlet. Dengan ketentuan apabila tidak ada pelanggaran bendera biru ditangan kiri diangkat terus sampai kegvaris finish, dan apabila ada pelanggaran bendera merah di tangan kanan diangkat, maka peserta / atlet tersebut dinyatakan gugur.
d. Juri kedatangan, mengawasi peserta / atlet yang telah tiba di finish .
e. Pencatat , mencatat nama/nomor peserta / atlet yang telah tiba di finish .

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kisi-kisi UAS Ilmu Faal



1). Mekanisme kontraksi otot teoti sliding filamen :
" Kalsium menempel pada troponin complex sehingga tropomyosin terbuka dan head myosin menjadi menempel pada binding site lalu terjadi cross bridge. kemudian cross bridge menarik aktin filament ke dalam zona H, setelah itu dibutuhkan ATP untuk melepaskan head myosin, setelah ATP terbentuk dan berubah menjadi ADP maka myosin head dapat terlepas dari binding site dan otot kembali ke semula untuk melakukan proses selanjutnya ".

2). Sumber energi pergerakan otot
"ATP yang mana ATP adalah hasil reduksi dari karbihodrat dan lemak ".

3). Proses pembentukan Urine
" 1. Penyaringan (Filtrasi)
Proses pembentukan urin diawali dengan penyaringan darah yang terjadi di kapiler glomerulus. Sel-sel kapiler glomerulus yang berpori (podosit), tekanan dan permeabilitas yang tinggi pada glomerulus mempermudah proses penyaringan.
2. Penyerapan kembali (reabsorbsi)
Bahan-bahan yang masih diperlukan di dalam urin pimer akan diserap kembali di tubulus kontortus proksimal, sedangkan di tubulus kontortus distal terjadi penambahan zat-zat sisa dan urea.
Meresapnya zat pada tubulus ini melalui dua cara. Gula dan asam amino meresap melalui peristiwa difusi, sedangkan air melalui peristiwa osmosis. Penyerapan air terjadi pada tubulus proksimal dan tubulus distal.
Substansi yang masih diperlukan seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah. Zat amonia, obat-obatan seperti penisilin, kelebihan garam dan bahan lain pada filtrat dikeluarkan bersama urin.
Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan urin sekunder, zat-zat yang masih diperlukan tidak akan ditemukan lagi. Sebaliknya, konsentrasi zat-zat sisa metabolisme yang bersifat racun bertambah, misalnya urea.
3. Augmentasi
Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di tubulus kontortus distal.
Dari tubulus-tububulus ginjal, urin akan menuju rongga ginjal, selanjutnya menuju kantong kemih melalui saluran ginjal. Jika kantong kemih telah penuh terisi urin, dinding kantong kemih akan tertekan sehingga timbul rasa ingin buang air kecil. Urin akan keluar melalui uretra.
Komposisi urin yang dikeluarkan melalui uretra adalah air, garam, urea dan sisa substansi lain, misalnya pigmen empedu yang berfungsi memberi warna dan bau pada urin.
4. Sekresi
adalah proses dimana urin sudah dipisahkan da siap untuk dibuang melalui saluran kemih ".

4). Proses pelepasan panas tubuh
" 1. Penguapan (evaporasi)

Penguapan dari tubuh merupakan salah satu jalan melepaskan panas. Walau tidak berkeringat, melalui kulit selalu ada air berdifusi sehingga penguapan dari permukaan tubuh kita selalu terjadi disebut inspiration perspiration (berkeringat tidak terasa) atau biasa disebut IWL (insensible water loss).

Inspiration perspiration melepaskan panas + 10 kcal/jam dari permukaan panas dari metabolisme kulit. Dari dikeluarkan dengan cara evaporasi 20 -jalan pernafasan + 7 kcal/jam 25%.

2. Radiasi

permukaan tubuh disekitarBila suhu lebih panas dari badan akan menerima panas, bila disekitar terjadi dalam dingin akan melepaskan panas. Proses inibentuk gelombang elektromagnetik dengan kecepatan seperti cahaya radiasi.

3. Konduksi

Perpindahan panas dari atom ke atom/ molekul ke molekul dengan jalan pemindahan berturut turut dari energi kinetic. Pertukaran panas dari jalan ini dari tubuh terjadi sedikit sekali (kecuali menyiram dengan air)

4. Konveksi

Perpindahan panas dengan perantaraan gerakan molekul, gas atau cairan. Misalnya pada waktu dingin udara yang menjadidiikat/dilekat pada tubuh akan dipanaskan (dengan melalui konduksi dan radiasi) kurang padat, naik dan diganti udara yang lebih dingin. Biasanya ini kurang berperan dalam pertukaran panas ".

5). Gerak refleks
"Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan, tanpa memerlukan kontrol dari otak. Jadi dapat dikatakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu. Contoh gerak refleks misalnya berkedip, bersin, atau batuk.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kisi-kisi UAS Manajemen Olahraga (70 Soal)



1. Tiga aspek unik dalam manajemen olahraga menurut Mullin (1980) adalahsebagai berikut, kecuali:
a. sport marketing
b. sport enterprise financial structure
c. sport industry career path
d. sport industry

2. Tantangan dan kesempatan bagi manajer olahraga adalah sebagai berikut, kecuali:
a. Teknologi
b. Etika
c. Tanggung jawab sosial
d. Kepemimpinan

3. Seorang pekerja harus fokus terhadap suatu kompetensi sebagai tuntutan dari pasar dan perubahan budaya organisasi, pernyataan diatas adalah kompetensi manajemen olahraga menurut:
a. Quain dan parks (1988)
b. Lawler&ledford (1997)
c. Coakley (2001)
d. Loy’s (1968)

4. Kompetensi yang harus dimiliki oleh manajer adalah manajemen OR umum, manajemen organisasi, dan informasi manajemen. pernyataan diatas adalah kompetensi manajemen olahraga menurut:
a. Quain dan parks (1988)
b. Lawler&ledford (1997)
c. Coakley (2001)
d. Loy’s (1968)

5. Memperluas karir dengan networking, adalah salah satu ciri dari:
a. sport marketing
b. sport enterprise financial structure
c. sport industry career path
d. sport industry

6. Bidang ilmu yang termasuk kedala kelompok ilmu varia adalah:
a. Manajemen olahraga
b. Filsafat olahraga
c. Teologia olahraga
d. Psikologi olahraga

7. Undang-Undang R.I. No. 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional [Pasal 17] adalah sebagai berikut, kecuali:
a. olahraga pendidikan
b. olahraga rekreasi
c. manajemen olahraga
d. olahraga prestasi

8. Manajemen sebagai pencapaian tujuan organisasi dalam suatu ragam yang efektif dan efisien melalui planning, organizing, leading dan controlling sumber-sumber organisasi, adalah pengertian manajemen menurut:
a. Daft dan Marcic
b. DuBrin, Ireland, and Williams
c. Quain dan parks (1988)
d. Lawler&ledford (1997)

9. Manajemen sebagai suatu proses koordinasi dan integrasi dari penggunaan suatu sumber-sumber organisasi adalah pengertian manajemen menurut:
a. Daft dan Marcic
b. DuBrin, Ireland, and Williams
c. Quain dan parks (1988)
d. Lawler&ledford (1997)

10. Berikut ini adalah hal-hal yang termasuk ke dalam sumber-sumber organisasi yaitu:
a. technological
b. organizing
c. controlling
d. planning

11. Manajemen olahraga yang diterapkan dilingkungan sekolah baik pendidikan formal, non formal maupun pada perguruan tinggi disebut:
a. manajemen olahraga rekreasi
b. manajemen olahraga pendidikan
c. manajemen olahraga prestasi
d. manajemen pelayanan

12. Manajemen olahraga yang diterapkan pada organisasi olahraga masyarakat disebut:
a. manajemen olahraga rekreasi
b. manajemen olahraga pendidikan
c. manajemen olahraga prestasi
d. manajemen pelayanan

13. Manajemen olahraga yang digunakan oleh induk-induk organisasi olahraga , tingkat kabupaten dan kota, tingkat propinsi maupun tingkat nasional, maupun pada organisasi perkumpulan-perkumpulan olahraga, termasuk juga olahraga profesional disebut:
a. manajemen olahraga rekreasi
b. manajemen olahraga pendidikan
c. manajemen olahraga prestasi
d. manajemen pelayanan

14. Pembagian manajemen olahraga menurut sumber daya adalah sebagai berikut, kecuali :
a. manajemen sumber daya manusia
b. manajemen administrasi
c. manajemen keuangan
d. manajemen fasilitas olahraga

15. klasifikasi fungsi manajemen berupa Perencanaan, Pengorganisasian, Penggerakan, dan Pengawasan adalah menurut:
a. Koontz dan O”Donnel
b. George R. Terry
c. Henry Fayol
d. Luther M. Gullick

16. klasifikasi fungsi manajemen berupa Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Reporting dan Budgetting adalah menurut:
a. Koontz dan O”Donnel
b. George R. Terry
c. Henry Fayol
d. Luther M. Gullick

17. klasifikasi fungsi manajemen berupa Planning, Organizing, commanding, Coordinating dan controlling adalah menurut:
a. Koontz dan O”Donnel
b. George R. Terry
c. Henry Fayol
d. Luther M. Gullick

18. klasifikasi fungsi manajemen berupa Planning, Organizing, motivating, dan controlling adalah menurut:
a. Koontz dan O”Donnel
b. George R. Terry
c. Jhon F Mee
d. Luther M. Gullick

19. Rintisan dan persiapan sebelum pelaksanaan sesuai kebijaksanaan yang dirumuskan adalah konsep tentang:
a. Perencanaan
b. Pengendalian
c. Penilaian
d. pelaksanaan

20. Pengarahan, bimbingan dan koordinasi selama pelaksanaan adalah konsep tentang:
a. Perencanaan
b. Pengendalian
c. Penilaian
d. pelaksanaan

21. Memperbandingkan hasil pelaksanaan dengan keinginan, Setelah pelaksanaan selesai adalah konsep tentang:
a. Perencanaan
b. Pengendalian
c. Penilaian
d. pelaksanaan

22. Konsep filsafat adninistrasi dimensi yang mempertimbangkan bahwa seorang pemimpin mungkin memiliki kecenderungan terhadap orientasi tradisional adalah konsep dari teori:
a. Teori Administrasi modern
b. Teori sistem
c. Teori penilaian kognitif
d. Teori kognitif sosial

23. Suatu perluasan dari perspektif humanistik yang menguraikan organisasi sebagai sistem yang terbuka, sinergistik dan saling ketergantungan adalah konsep dari teori:
a. Teori Administrasi modern
b. Teori sistem
c. Teori penilaian kognitif
d. Teori kognitif sosial

24. Berikut adalah salah satu fungsi manajemen menurut Koontz dan O”Donnel, kecuali:
a. Planning
b. Organizing
c. Directing
d. Motivating

25. Yang termasuk ke dalam ilmu perilaku manusia adalah:
a. Manajemen olahraga
b. Filsafat olahraga
c. Teologia olahraga
d. Psikologi olahraga

26. Merasa penting dirinya ditampilkan dalam pose-pose olahraga, seperti sedang bermain anggar, tenis, atau naik kuda adalah konsep politik dalam olahraga dari:
a. Adolf Hitler
b. Bennito Mussolini
c. I Bambang Sugiarto
d. Presiden Argentina

27. Memanfaatkan Federasi Sepak Bola untuk propaganda politik Nazi adalah konsep politik dalam olahraga dari:
a. Adolf Hitler
b. Bennito Mussolini
c. I Bambang Sugiarto
d. Presiden Argentina

28. Bagi kaum sosialis, olahraga adalah manifestasi penting semangat ideal kolektivisme yang rasional dan higienis, adalah konsep politik dalam olahraga dari:
a. Adolf Hitler
b. Bennito Mussolini
c. I Bambang Sugiarto
d. Presiden Argentina

29. Berikut ini adalah ciri bahwa olahraga berhubungan dengan politik, kecuali:
a. Olahraga merupakan ajang persaingan dan unjuk kekuatan negara-negara dunia
b. Beijing terpilih sebagai tuan rumah Olimpiade 2008, sejumlah negara-negara Barat mengecam bakal tidak hadir
c. Sejumlah kelompok dan organisasi nonpemerintah menggunakan olahraga sebagai media yang tepat untuk meraih agenda politiknya.
d. Olahraga ada karena politik

30. Olimpiade secara tegas dinyatakan bahwa:
a. Olimpiade merupakan ajang untuk menjalin solidaritas dan persaudaraan antar seluruh bangsa, etis dan ras.
b. Olahraga sebagai media yang tepat untuk meraih agenda politiknya.
c. Olahraga dalam peradaban modern, bukan lagi sekadar kegiatan yang netral, melainkan kental sekali kandungan multimakna.
d. Olahraga adalah manifestasi penting semangat ideal kolektivisme yang rasional dan higienis.

31. Etika mendasari tentang cara melihat dan mempromosikan kehidupan yang baik, tentang mendapatkannya, merayakannya dan menjaganya. Adalah definisi etika menurut:
a. Freeman
b. Scott Kretchmar
c. Bennito Mussolini
d. I Bambang Sugiarto

32. Etika terkait dengan moral dan tingkah laku, menjelaskan aturan yang tepat tentang sikap Adalah definisi etika menurut:
a. Freeman
b. Scott Kretchmar
c. Bennito Mussolini
d. I Bambang Sugiarto

33. Dasar etika dalam Olahraga menurut Freeman adalah sebagai berikut, kecuali:
a. Keadilan dan Persamaan
b. Respek terhadap diri sendiri
c. Rasa terhadap perspektif
d. Individualisme yang tinggi

34. Memberikan hak dan kewajiban yang sama terhadap semua atlit atau siswa adalah bentuk dasar etika:
a. Keadilan dan Persamaan
b. Respek terhadap diri sendiri
c. Rasa terhadap perspektif
d. Individualisme yang tinggi

35. Menghorati diri sendiri, memberikan keleluasaan pengembangan diri adalah bentuk dasar etika:
a. Keadilan dan Persamaan
b. Respek terhadap diri sendiri
c. Rasa terhadap perspektif
d. Individualisme yang tinggi

36. Etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional prilaku manusia sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil adalah etika:
a. Normatif
b. Deskriptif
c. Umum
d. khusus

37. Etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia adalah etika:
a. Normatif
b. Deskriptif
c. Umum
d. khusus

38. Etika yang berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis adalah etika:
a. Normatif
b. Deskriptif
c. Umum
d. khusus

39. Etika yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri adalah etika:
a. Normatif
b. individual
c. Umum
d. sosial

40. Etika yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia adalah etika:
a. Normatif
b. individual
c. Umum
d. sosial

41. Penilaian setelah lahir menjadi pekerti adalah sistem penilaian menurut Burhanudin salam pada tingkat:
a. Tingkat pertama
b. Tingkat kedua
c. Tingkat ketiga
d. Tingkat keempat

42. Penilaian akibat atau hasil perbuatan baik atau buruk adalah sistem penilaian menurut Burhanudin salam pada tingkat:
a. Tingkat pertama
b. Tingkat kedua
c. Tingkat ketiga
d. Tingkat keempat

43. Penilaian semasih masih berupa rencana dalam hati atau niat adalah penilaian menurut Burhanudin salam pada tingkat:
a. Tingkat pertama
b. Tingkat kedua
c. Tingkat ketiga
d. Tingkat keempat

44. Dibawah ini adalah tindakan pelanggaran etika olahraga, kecuali:
a. Egoism
b. Fair play
c. Doping
d. Arogan

45. Sikap mental, komitmen atas suatu profesi untuk meningkatkan kualitas kerjanya adalah:
a. profesional
b. profesionalisme
c. profesi
d. Etika

46. Pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian adalah:
a. profesional
b. profesionalisme
c. profesi
d. Etika

47. Orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan, memiliki waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi adalah:
a. profesional
b. profesionalisme
c. profesi
d. Etika

48. Yang termasuk ciri dari profesi adalah sebagai berikut, kecuali:
a. Mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus.
b. Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup.
c. Meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaan atau kegiatannya itu
d. Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup

49. Yang termasuk ciri profesional adalah:
a. Mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus.
b. Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup.
c. Meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaan atau kegiatannya itu
d. Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup

50. Berikut ini adalah proses pembinaan olahraga yang profesional, kecuali:
a. Pemusatan & lembaga pelatihan
b. Kesempatan bertanding
c. Budgeting
d. Ilmu pengetahuan

51. Dalam implikasi manajemen olahraga dapat menggunakan beberapa pendekatan sebagai berikut, kecuali:
a. Pendekatan Klasik
b. Pendekatan Behavioral
c. Pendekatan perilaku
d. Pendekatan individual

52. Pendekatan dengan menggunakan scientific management dan Classical organization theory adalah:
a. Pendekatan Klasik
b. Pendekatan Behavioral
c. Pendekatan perilaku
d. Pendekatan individual

53. Pendekatan dengan menggunakan human relation approach dan behavioral science approach adalah:
a. Pendekatan Klasik
b. Pendekatan Behavioral
c. Pendekatan perilaku
d. Pendekatan individual

54. Pendekatan dengan menggunakan Suatu perilaku seseorang yang harus di ubah dengan konsekuensi manakala perilaku itu telah dilakukan adalah:
a. Pendekatan Klasik
b. Pendekatan Behavioral
c. Pendekatan perilaku
d. Pendekatan individual

55. Urutan Tahapan Pendekatan Perilaku adalah:
a. Memilih/merumuskan-Mengobervasi/mencatat-Mengimplementasikan- Mengevaluasi perilaku.
b. Memilih/merumuskan–Mengimplementasikan-Mengobervasi/mencatat- Mengevaluasi perilaku.
c. Mengobervasi/mencatat-Mengimplementasikan-Mengevaluasi- Memilih/merumuskan perilaku
d. Mengobervasi/mencatat-Memilih/merumuskan–Mengimplementasikan- Mengevaluasi perilaku

56. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi organisasi adalah sebagai berikut, kecuali:
a. Budaya
b. Kepemimpinan
c. Iklim Organisasi
d. material

57. Suatu hal dalam organisasi yang pada dasarnya mewakili norma-norma perilaku yang diikuti oleh para anggota organisasi, termasuk anggota organisasi yang berada dalam hirarki organisasi merupakan faktor yang mempengaruhi motivasi organisasi, yaitu:
a. Budaya
b. Kepemimpinan
c. Iklim Organisasi
d. material

58. Adanya unsur kader penggerak, adanya peserta yang digerakkan, adanya komunikasi, adanya tujuan organisasi dan adanya manfaat yang tidak hanya dinikmati oleh sebagian anggota merupakan faktor yang mempengaruhi motivasi organisasi, yaitu:
a. Budaya
b. Kepemimpinan
c. Iklim Organisasi
d. material

59. Serangkaian deskripsi dari karakteristik organisasi yang membedakan sebuah organisasi dengan organisasi lainnya yang mengarah pada persepsi masing-masing anggota dalam memandang organisasi merupakan faktor yang mempengaruhi motivasi organisasi, yaitu:
a. Budaya
b. Kepemimpinan
c. Iklim Organisasi
d. material

60. Berikut ini adalah hal-hal yang menyebabkan penolakan/ penentangan terhadap perubahan, kecuali:
a. Psikologi dan budaya
b. Ekonomi
c. Security
d. Agama

61. Faktor –faktor penyebab dilakukannya pengembangan organisasi adalah :
a. Kekuatan eksternal dan internal
b. Motivasi eksternal dan internal
c. Kekuasaan dan kesejahteraan
d. Kekuatan dan motivasi

62. Kompetisi yang semakin tajam antar organisasi dan Perkembangan IPTEK adalah salah satu penyebab dilakukannya pengebangan organisasi, termasuk ke dalam aspek:
a. Kekuatan eksternal
b. Kekuatan internal
c. Motivasi eksternal
d. Motivasi internal

63. Adanya organisasi dan manajemen yang terencana ke arah organisasi dan manajemen yang manusiawi adalah salah satu penyebab dilakukannya pengebangan organisasi, termasuk ke dalam aspek:
a. Kekuatan eksternal
b. Kekuatan internal
c. Motivasi eksternal
d. Motivasi internal

64. Yang termasuk karakteristik pengembangan organisasi adalah:
a. Evaluasi
a. Teori sebagai alat analisis.
b. Implementasi
c. Penilaian keadaan

65. Metode pengembangan perilaku yang di pakai dalam perubahan dan pengembangan organisasi adalah:
a. On the job training
b. Job Instruction Training
c. Of the job training
d. Managerial Grid

66. Mengobservasi lingkungan di masa depan dan menentukan misi perusahaan untuk mencapai visi yang dicita-citakan dalam lingkungan tersebut adalah langkah yang perlu dilakukan perusahaan dalam merumuskan strategi organsasi, termasuk kedalam langkah:
a. identifikasi
b. analisis
c. merumuskan faktor keberhasilan
d. menentukan tujuan dan target

67. Mengukur kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh perusahaan dalam menjalankan misinya adalah langkah yang perlu dilakukan perusahaan dalam merumuskan strategi organsasi, termasuk kedalam langkah:
a. identifikasi
b. analisis
c. merumuskan faktor keberhasilan
d. menentukan tujuan dan target

68. Menentukan strategi-strategi yang dirancang berdasarkan analisis sebelumnya adalah langkah yang perlu dilakukan perusahaan dalam merumuskan strategi organsasi, termasuk kedalam langkah:
a. identifikasi
b. analisis
c. merumuskan faktor keberhasilan
d. menentukan tujuan dan target

69. Mengevaluasi berbagai alternatif strategi dengan mempertimbangkan sumberdaya yang dimiliki dan kondisi eksternal yang dihadapi adalah langkah yang perlu dilakukan perusahaan dalam merumuskan strategi organsasi, termasuk kedalam langkah:
a. identifikasi
b. analisis
c. merumuskan faktor keberhasilan
d. menentukan tujuan dan target

70. Penetrasi pasar, dan pengembangan produk kadang disebut sebagai strategi intensif
karena semuanya memerlukan usaha-usaha intensif jika posisi persaingan perusahaan dengan produk yang ada hendak ditingkatkan termasuk kedalam jenis strategi organisai:
a. Strategi Integrasi
b. Strategi Intensif
c. Strategi Diversifikasi
d. Strategi Defensif



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pandangan Islam terhadap Riba


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Riba merupakan suatu keuntungan atau kelebihan yang ditetapkan dalam transaksi utang piutang. Mengembalikan uang yang dipinjam dengan jumlah lebih banyak inilah bentuk riba yang sering terjadi di masyarakat.
Dalam islam Riba termasuk kedalam beberapa kategori diantaranya :
1. Riba Fadhl
2. Riba Qardh
3. Riba Yad
4. Riba Nasi’ah

دِرْهَمُ رِبَا يَأْكُلُهُ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أَشَدُّ مِنْ سِتٍّ وَثَلَاثِيْنَ زِنْيَةً
“Satu dirham riba yang dimakan seseorang, dan dia mengetahui (bahwa itu adalah riba), maka itu lebih berat daripada enam puluh kali zina”. (HR Ahmad dari Abdullah bin Hanzhalah).
Dari hadits diatas dapat dijelaskan bahwa hukuman seseorang yang melakukan riba, sangatlah berat. Orang yang melakukan Riba salah satu cirinya adalah meminjamkan uang, namun pada saat pengembaliannya seseorang yang meminjamkan tersebut meminta sejumlah uang lebih untuk peminjaman itu.


B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, rumusan masalah pada makalah ini :
1. Apa yang dimaksud dengan Riba ?
2. Bagaimana macam-macam Riba ?
3. Bagaimana pandangan Islam terhadap seseorang yang melakukan Riba ?
4. Bagaimana Hukum Riba


C. Tujuan Penulisan Makalah
Secara ringkas tujuan pembuatan makalah ini dapat drumuskan sebagai berikut :
1. Mengetahui dan memahami apa yang dimaksud dengan Riba,
2. Mengetahui dan memahami bagaimana macam-macam Riba,
3. Mengetahui dan memahami bagaimana pandangan Islam terhadap seseorang yang melakukan Riba.
4. Mengetahui dan memahami hukum Riba

D. Manfaat Penulisan Makalah
Makalah ini disusun dengan harapan memberikan kegunaan baik secara teoritis maupun secara praktis. Secara teoritis makalah ini sebagai media untuk merangsang dan menambah pengetahuan mengenai Riba, agar kita terjauh dari hal yang sedemikian. Secara praktis makalah ini diharapkan bermanfaat bagi :
1. Penulis, sebagai wahana penambah pengetahuan dan pembelajaran konsep ilmu keagamaan khususnya tentang bahasan Riba.
2. Pembaca, sebagai media informasi dalam mengenal dan memahami pengertian Riba secara mendalam, serta agar kita semua tidak terjerumus ke dalam hal yang sedemikian.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Riba

Riba bermakna tambahan (al-ziyadah). Menurut Imam Ibnu al-‘Arabiy mendefinisikan riba dengan semua tambahan yang tidak disertai dengan adanya pertukaran kompensasi.
Imam Suyuthiy dalam Tafsir Jalalain menyatakan, riba adalah tambahan yang dikenakan di dalam mu’amalah, uang, maupun makanan, baik dalam kadar maupun waktunya.
Di dalam kitab al-Mabsuuth, Imam Sarkhasiy menyatakan bahwa riba adalah al-fadllu al-khaaliy ‘an al-‘iwadl al-masyruuth fi al-bai’ (kelebihan atau tambahan yang tidak disertai kompensasi yang disyaratkan di dalam jual beli). Di dalam jual beli yang halal terjadi pertukaran antara harta dengan harta. Sedangkan jika di dalam jual beli terdapat tambahan (kelebihan) yang tidak disertai kompensasi, maka hal itu bertentangan dengan perkara yang menjadi konsekuensi sebuah jual beli, dan hal semacam itu haram menurut syariat.
Dalam Kitab al-Jauharah al-Naiyyirah, disebutkan menurut syariat, riba adalah aqad bathil dengan sifat tertentu, sama saja apakah di dalamnya ada tambahan maupun tidak. Perhatikanlah, anda memahami bahwa jual beli dirham dengan dirham yang pembayarannya ditunda adalah riba; dan di dalamnya tidak ada tambahan.
Di dalam Kitab Nihayat al-Muhtaaj ila Syarh al-Minhaaj, disebutkan; menurut syariat, riba adalah ‘aqd ‘ala ‘iwadl makhshuush ghairu ma’luum al-tamaatsul fi mi’yaar al-syar’ haalat al-‘aqd au ma ta`khiir fi al-badalain au ahadihimaa” (aqad atas sebuah kompensasi tertentu yang tidak diketahui kesesuaiannya dalam timbangan syariat, baik ketika aqad itu berlangsung maupun ketika ada penundaan salah satu barang yang ditukarkan).
Dalam Kitab Hasyiyyah al-Bajairamiy ‘ala al-Khathiib disebutkan; menurut syariat, riba adalah ‘aqd ‘ala ‘iwadl makhshuush ghairu ma’luum al-tamaatsul fi mi’yaar al-syar’ haalat al-‘aqd au ma ta`khiir fi al-badalain au ahadihimaa” (aqad atas sebuah kompensasi tertentu yang tidak diketahui kesesuaiannya dalam timbangan syariat, baik ketika aqad itu berlangsung maupun ketika ada penundaan salah satu barang yang ditukarkan, maupun keduanya)”. Riba dibagi menjadi tiga macam; riba fadlal, riba yadd, riba nasaa.

B. Macam-macam Riba

Mengembalikan uang yg dipinjam dgn jumlah lbh banyak inilah bentuk riba yg sering kita lihat di sekitar kita. Ternyata tdk hanya ini bentuk riba. Ada beberapa macam lagi bentuk riba dan bisa terjadi dlm beberapa transaksi, diantaranya adalah :
1. Riba Fadhl, yaitu tukar menukar dua barang yang sama jenisnya dengan tidak sama timbangannya atau takarannya yang disyaratkan oleh orang yang menukarkan.

Contoh : tukar menukar dengan emas, perak dengan perak, beras dengan beras, gandum dan sebagainya.
2. Riba Qardh, yaitu meminjamkan sesuatu dengan syarat ada keuntungan atau tambahan bagi orang yang meminjami/mempiutangi.

Contoh : Ahmad meminjam uang sebesar Rp. 25.000 kepada Adi. Adi mengharuskan dan mensyaratkan agar Ahmad mengembalikan hutangnya kepada Adi sebesar Rp. 30.000 maka tambahan Rp. 5.000 adalah riba Qardh.
3. Riba Yad yaitu berpisah dari tempat sebelum timbang diterima. Maksudnya : orang yang membeli suatu barang, kemudian sebelumnya ia menerima barang tersebut dari sipenjual, pembeli menjualnya kepada orang lain. Jual beli seperti itu tidak boleh, sebab jual-beli masih dalam ikatan dengan pihak pertama.

4. Riba Nasi’ah yaitu tukar menukar dua barang yang sejenis maupn tidak sejenis yang pembayarannya disyaraktkan lebih, dengan diakhiri/dilambatkan oleh yang meminjam.

Contoh : Aminah membeli cincin seberat 10 Gram. Ole penjualnya disyaratkan membayarnya tahun depan dengan cincin emas seberat 12 gram, dan apalagi terlambat satu tahun lagi, maka tambah 2 gram lagi menjadi 14 gram dan seterusnya. Ketentuan melambatkan pembayaran satu tahun.


C. Pandangan Islam terhadap Riba

Kata / istilah riba nampaknya bukan hal yang aneh dan asing di telinga kita. Mungkin sudah sering kita mendengar istilah tersebut berulang-ulang baik di forum diskusi, majelis ta’alim, atau yang lainnya. Yang jelas kita akan lebih sering mendengar istilah ini tatkala di hubungkan dengan perbankan.

Rasulullah saw melaknat orang memakan riba, yang memberi makan riba, penulisnya, dan dua orang saksinya. Beliau bersabda; Mereka semua sama”. (HR Muslim)
Islam dengan tegas melarang praktik riba, karena praktik ini merugikan salah satu pihak yang terlibat transaksi. Perhitungan marjun keuntungan didasrakan kepada jangka waktu yang di gunakan sehingga si peminjam akan mendapat untung bukan berdasarkan kegiatan produktifnya akan tetapi bisa mendapatkan untung sambil ongkang-ongkan kaki. Sebaliknya, si peminjam harus memenuhi kewajiban membayar kelebihan tersebut walaupun ternyata usahanya merugi.
Pihak peminjam akan mengalami kerugian berlipat. Bukan kah hal itu sama dengan berbuat dzalim terhadap orang lain dengan tameng memberi bantuan pinjaman kepadanya. Bagaimana tidak mendzalimi peminjam mau tidak mau harus membayar al ziyadah (tambahan) dari jumlah yang di pinjamnya dan yang meminjamkan tidak mau tahu apa orang itu untung atau rugi dalam usahanya (kalo meminjamnya untuk usaha/produksi). Dan biasanya praktek di masyarakat ketika dalam waktu yang di sepakati belum juga dapat mengembalikan pinjamannya maka peminjam akan terus mengembung total pinjaman yang harus dibayarnya itu.
“Orang-orang yang dzalim tidak mempunyai teman setia dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa’at yang diterima syafa’atnya”. (QS: Al Mu’min: 18)
Diriwayatkan dari Jabir RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Jauhilah (takutlah) oleh kalian perbuatan dzalim, karena kedzaliman itu merupakan kegelapan pada hari kiamat. Dan kalian jauhilah sifat kikir, karena kikir telah mencelakakan umat sebelum kalian, yang mendorong mereka untuk menumpahkan darah dan menghalalkan apa-apa yang diharamkan bagi mereka”. (HR: Muslim)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya kamu benar-benar diperintahkan untuk mengembalikan hak-hak kepada pemiliknya nanti pada hari kiamat, sehingga kambing yang tidak bertanduk (sewaktu di dunia pernah ditanduk) diberi hak untuk membalas kambing yang bertanduk”. (HR: Muslim)

D. Hukum Riba

Riba, hukumnya berdasar Kitabullah, sunnah Rasul-Nya dan ijma’ umat Islam:

“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka permaklumkanlah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kami tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (QS Al-Baqarah: 278-279).

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri, melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila.” (QS Al-Baqarah: 275).

Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi saw bersabda, “Jauhilah tujuh hal yang membinasakan.” Para sahabat bertanya, “Apa itu, ya Rasulullah?” Jawab Beliau, “(Pertama) melakukan kemusyrikan kepada Allah, (kedua) sihir, (ketiga) membunuh jiwa yang telah haramkan kecuali dengan cara yang haq, (keempat) makan riba, (kelima) makan harta anak yatim, (keenam) melarikan diri pada hari pertemuan dua pasukan, dan (ketujuh) menuduh berzina perempuan baik-baik yang tidak tahu menahu tentang urusan ini dan beriman kepada Allah.” (Muttafaqun ‘alaih: Fathul Bari V: 393 no: 2766, Muslim I: 92 no: 89, ‘Aunul Ma’bud VIII: 77 no: 2857 dan Nasa’i VI: 257).

Dari Jabir ra, ia berkata. “Rasulullah saw melaknat pemakan riba, pemberi makan riba, dua saksinya dan penulisnya.” Dan Beliau bersabda, “Mereka semua sama.” (Shahih: Mukhtasar Muslim no: 955, Shahihul Jami’us Shaghir no: 5090 dan Muslim III: 1219 no: 1598).

Dari Ibnu Mas’ud ra bahwa Nabi saw bersabda, “Riba itu mempunyai tujuh puluh tiga pintu, yang paling ringan (dosanya) seperti seorang anak menyetubuhi ibunya.” (Shahih: Shahihul Jami’us Shaghir no: 3539 dan Mustadrak Hakim II: 37).

Dari Abdullah bin Hanzhalah ra dari Nabi saw bersabda, “Satu Dirham yang riba dimakan seseorang padahal ia tahu, adalah lebih berat daripada tiga puluh enam pelacur.” (Shahih: Shahihul Jami’us Shaghir no: 3375 dan al-Fathur Rabbani XV: 69 no: 230).

Dari Ibnu Mas’ud ra dari Nabi saw, Beliau bersabda, “Tak seorang pun memperbanyak (harta kekayaannya) dari hasil riba, melainkan pasti akibat akhirnya ia jatuh miskin.” (Shahih: Shahihul Jami’us Shaghir no: 518 dan Ibnu Majah II: 765 no: 2279).



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS