WELCOME TO MY BLOG

Lakukanlah segala apa pun dengan rasa tulus ikhlas dan kejujuran

About Me

Yunizar Suwandhana
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Seorang yang lahir dari pasangan Andi Suwanda, S.Pd dan Yati Suryati ini dilahirkan di Cimahi, 1 Juni 1992 . Saya sedang mencoba mencari jati diri dan memulai membangun sebuah istana kedewasaan hati mulia yang membangun kecerahan kedepannya . "MAN JADDA WAA JADA"
Lihat profil lengkapku

Statisitk

Search Engine

Gombalers

Mama kamu ngidam hansaplast ya? soalnya kamu telah menutup luka dihatiku hahahaha
RSS

Bebentengan

Bebentengan adalah permainan tradisional dari anak-anak daerah.
Permainan ini dibagi menjadi dua grup dan masing-maing punya benteng dari bata atau batu, kemudian yang jadi lawan lari dan dikejar sama yang lainnya. Jikalau kena harus berdiri menjadi tahanan. Biarpun cuma kena sedikit atau setoel ia dalam bahasa sunda, namun itu sudah dianggap kena.

Cara bermainnya tiap anggota dari kedua tim akan berlari ke arah lawan sambil “mengajak” lawan agar mengejar. Ketika lawan mengejar, pemain yang dikejar akan mencoba mengarahkan si lawan ke arah bentengnya, dan menghindari “sergapan” si pengejar. Karena kalau tangan si pengejar berhasil menepuk bagian tubuh kita, maka kita keluar dari permainan dan untuk dapat bermain kembali maka harus menunggu teman kita yang membebaskan karena ketika kita kena oleh lawan, maka kita menjadi tahanan mereka.

Untuk membebaskan teman kita yang di tahan, kita harus menyentuh “si tahanan” atau teman kita yang di tahan. Ini dilakukan berulang – ulang sampai lawan habis dan bentengnya dikuasai atau permainan berakhir saat lawan berhasil menginjak batu tanda benteng kita.


Manfaat dari permainan ini adalah mengasah kerjasama setiap tim. Karena menumbuhkan kerjasama, kecerdikan, dan membantu dalam tumbuh kembang fisik.


Permainan – permainan semacam ini sangatlah mendidik.. Pada masa saya, biasanya kita lebih banyak berlari dilapangan dibanding terpaku bermain video game. Sayangnya permainan – permainan tradisional semacam ini sudah makin ditinggalkan oleh anak – anak zaman sekarang. Memang iya zaman semakin berubah, seakan permainan tradisional semacam ini sudah jadi suratan, dimana beberapa hal pun harus hilang. Perkembangan zaman membuat perkembangan motorik anak-anak zaman sekarang jauh lebih rendah, itu terjadi karena anak-anak zaman sekarang lebih banyak menghabiskan waktu dengan tanpa menggunakan gerak yang membuat tubuh ini mengeluarkan keringat. Tapi mudah – mudahan dengan kita sebagai mahasiswa khususnya olahraga dapat kembali mengajak kepada anak-anak untuk meningkatkan perkembangan motorik mereka dengan cara bermain permainan semacam ini .

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: